Sakit di Perjalanan Mudik? Sejumlah Langkah Penanganan Awal Ala Allianz Indonesia Ini Bisa Dicoba
JAKARTA, investortrust.id - Di minggu terakhir sebelum Lebaran biasanya menjadi puncak arus mudik di berbagai wilayah Indonesia. Namun, perjalanan jauh, terutama melalui jalur darat seringkali membuat tubuh kelelahan dan terkena gangguan kesehatan.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Allianz Indonesia membagikan sejumlah langkah penanganan awal bagi pemudik yang mengalami gejala sakit selama perjalanan.
Head of Claim Cashless, Credentialing, Payment, and Data Analytics Allianz Indonesia Tubagus Argie Sunartadirdja menegaskan pentingnya menjaga kesehatan selama perjalanan mudik. Sebelum melakukan perjalanan mudik, kondisi kesehatan menjadi faktor penting yang tidak boleh terlupakan.
“Beberapa penyakit yang dianggap sederhana, apabila dibiarkan dan tidak ditangani bisa mengganggu kesehatan dan kenyamanan saat mudik,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (28/3/2025).
Baca Juga
Menurut Argie, beberapa kondisi penyakit yang rentan timbul selama mudik antara lain gangguan pencernaan (diare dan maag), demam & flu, sakit kepala serta mual ringan. Untuk membantu pemudik mengatasi kondisi ini, Allianz Indonesia merekomendasikan beberapa langkah penanganan awal.
Pertama, perbanyak konsumsi cairan. Dehidrasi akibat kelelahan atau diare dapat membuat tubuh lemas dan daya tahan menurun. Oleh karena itu, pemudik disarankan untuk mengonsumsi cairan yang cukup agar terhidrasi. Jika mengalami diare, minum larutan oralit bisa membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh.
Kedua, makan secara teratur. Perubahan pola makan yang mendadak saat perjalanan jauh dapat menyebabkan gangguan pencernaan seperti maag. Oleh sebab itu, penting untuk tetap makan secara teratur dan memilih makanan yang bersih serta mudah dicerna.
Selain itu, menghindari makanan berlebihan juga dapat membantu mencegah gangguan lambung yang bisa menghambat kenyamanan dalam perjalanan.
Baca Juga
Ketiga, segera beristirahat. Jika tubuh mulai terasa lelah atau sakit, ada baiknya pemudik tidak memaksakan diri untuk terus melanjutkan perjalanan. Istirahat sejenak dapat memulihkan energi dan menghindari risiko kesehatan yang lebih serius, khususnya bagi pengemudi.
Terakhir, konsumsi obat yang tepat dan sesuai keluhan. Ketika mengalami gejala seperti sakit kepala, mual, flu, atau gangguan pencernaan, pemudik dianjurkan untuk segera mengonsumsi obat yang tepat seperti parasetamol untuk demam atau antasida untuk maag.
Argie menyatakan, jika kondisi sakit berlanjut atau semakin parah, Allianz Indonesia menyarankan pemudik untuk berkonsultasi dengan dokter melalui layanan telemedicine. Fasilitas ini memungkinkan pemudik mendapatkan anjuran medis yang sesuai tanpa harus mencari fasilitas kesehatan secara langsung.
“Allianz Indonesia ingin agar setiap orang memerhatikan keselamatan dan menjaga kesehatan saat melakukan mudik. Sangat penting bagi pemudik mengutamakan kondisi tubuh dan tidak mengabaikan ketika terjadi gejala awal sakit agar tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih serius,” kata Argie.

