Bank Mandiri Prediksi Lonjakan Transaksi Digital Usai THR Cair, QRIS Jadi Primadona
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Mandiri Tbk memperkirakan akan terjadi lonjakan transaksi digital perbankan selama menjelang Lebaran 2025, khususnya usai pencairan Tunjangan Hari Raya (THR). Dengan jenis transaksi yang paling banyak digunakan nantinya adalah quick response Indonesian code standard (QRIS).
SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap mengungkapkan, saat ini transaksi digital pihaknya masih terbilang kecil yakni hanya tumbuh 5% dibanding hari biasa. Namun, pola tersebut akan berubah drastis menjelang Lebaran.
“Tentu nanti akan terasa sekali peningkatannya pada saat kita dapat THR. Begitu dapat THR, nanti di weekend-nya pasti transaksi akan tinggi, kemudian begitu masuk ke liburnya turun lagi transaksinya kita. Seperti itu sih pattern-nya,” ujarnya, dalam acara buka bersama Bank Mandiri dengan media, di Jakarta, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga
Bank Mandiri Pastikan Kesiapan Layanan Penukaran Uang Tunai Jelang Lebaran 2025
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, lanjut Yanto, bank berkode saham BMRI ini telah menyiapkan sistem yang mampu menangani hingga 21.000 transaksi per detik, dengan kapasitas yang masih dapat terus ditingkatkan.
Di sisi bersamaan, Bank Mandiri juga telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan kapasitas sistem hingga pemantauan ketat selama 24 jam. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir risiko error ketika peak season saat Lebaran.
“Jadi kita punya sistem yang tiga kali lipat, maka kapasitasnya juga harus tiga kali lipat. Selanjutnya kita juga punya monitoring yang beroperasi 24 jam yang ketika terjadi gangguan atau alert, nanti seluruh tim sudah siap untuk mengatasinya,” kata Yanto.
Baca Juga
Bank Mandiri Perkuat Kebijakan Pembiayaan dan Produk Berkelanjutan
Sementara itu ia memprediksi, salah satu transaksi digital yang akan mengalami kenaikan signifikan pada momen menjelang Lebaran adalah QRIS. Terlebih, saat ini transaksi QRIS terus mengalami pertumbuhan pesat dari tahun ke tahun.
“Kalau misalnya dilihat di tahun 2023 ke 2024 itu peningkatannya kita tiga kali lipat. Kalau dibandingkan 2022 ke 2023, peningkatannya lima kali lipat. Jadi dalam dua tahun itu saja transaksi QRIS meningkat 15 kali,” kata Yanto.

