Jadi Anak Usaha Baru, Grup OTO Bantu Akuisisi Nasabah untuk SMBC (BTPN)
JAKARTA, investortrust.id – PT Summit Oto Finance (Grup OTO) sebagai anak usaha baru bagi PT Bank SMBC Indonesia Tbk (BTPN), membantu akuisisi pengguna jasa Oto Finance menjadi nasabah Bank SMBC.
Presiden Direktur PT Summit Oto Finance sekaligus CEO Grup, Victoria Rusna mengatakan, pihaknya telah mengarahkan debitur Oto Finance untuk membuka rekening SMBC Indonesia. Pasalnya, banyak debitur Oto Finance yang belum memiliki rekening.
“Tahun lalu ada sekitar 4.000 nasabah ya yang sudah membuka rekening Bank SMBC Indonesia, sejak kami diakuisisi pada 2024,” sebut Rusna kepada Investortrust.id usai ‘Buka Puasa Bersama SMBC Indonesia dan Anak Perusahaan’, Senin (10/3/2025).
Sekadar mengingatkan, Grup OTO resmi bergabung dalam SMBC Indonesia per Maret 2024, untuk mengembangkan peluang pertumbuhan pasar pembiayaan kendaraan roda dua dan roda empat di Indonesia.
Direksi pun memastikan, upaya akuisisi nasabah dari Oto Finance ke Bank SMBC Indonesia pada 2025 ditargetkan meningkat dari realisasi tahun lalu. Direktur Utama SMBC Indonesia Henoch Munandar menegaskan, pihaknya menanamkan semangat kolaboratif bersama Grup OTO untuk menghadirkan pembiayaan kompetitif di sektor otomotif.
Anak perusahaan termuda SMBC Indonesia itu hadir untuk menciptakan sinergi dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan. Akuisisi Grup OTO pun menjadi tonggak penting bagi SMBC Indonesia dalam memperluas segmen pembiayaan melalui Joint Finance dari SMBC Indonesia.
“Kolaborasi antara Grup OTO dan SMBC Indonesia dilakukan untuk membentuk ekosistem terintegrasi yang menyediakan solusi keuangan komprehensif dan disesuaikan dengan kebutuhan siklus hidup masyarakat. Kami fokus pada pembiayaan konsumen dan pinjaman tunai sedangkan SMBC Indonesia menawarkan produk keuangan,” papar Rusna.
Sementara Henoch menambahkan, kolaborasi adalah inti dari transformasi merek yang dilakukan perseroan pada akhir 2024 dengan semangat ‘Bersama Lebih Bermakna’. Komitmen ini dibuktikan melalui laba bersih konsolidasi setelah pajak yang diatribusikan ke induk sebesar Rp 2,8 triliun tahun lalu, naik 19% (yoy).
"Kami akan terus memperkuat kesatuan entitas bisnis di dalam Grup SMBC Indonesia untuk menghadirkan layanan yang berdaya guna, serta mengembangkan ruang inovasi untuk menghadirkan lebih banyak pertumbuhan yang bermakna bagi masyarakat Indonesia,” ujar Henoch pada kesempatan yang sama.
Sejak berdiri pada 5 Februari 1958, SMBC Indonesia menjangkau masyarakat di berbagai segmen dengan menghadirkan solusi finansial yang relevan. SMBC Indonesia membuktikan komitmen tersebut melalui pengembangan bisnis secara strategis, salah satunya dengan menghadirkan unit usaha syariah pada 2008.
Unit tersebut kemudian memisahkan diri menjadi entitas anak usaha, yaitu BTPN Syariah pada 2014 untuk lebih memfokuskan pelayanannya kepada segmen ultra mikro.
Kemudian, SMBC Indonesia meluncurkan Jenius sebagai pionir perbankan digital di Indonesia pada 2016. Jenius baru saja menghadirkan inovasi terbaru, yaitu Creditbility. Fitur ini memungkinkan nasabah mengakses produk-produk kredit di Jenius sekaligus, dalam satu kali pengajuan.
Nasabah juga dapat mengelola produk kredit dengan lebih praktis dan aman dalam satu aplikasi, dengan fleksibilitas alokasi limit kredit yang terdapat di tiga produk kredit Jenius yaitu Jenius Paylater, Flexi Cash, dan Kartu Kredit Jenius.
Baca Juga

