Begini Strategi Investasi AXA Mandiri di Tengah Kondisi Pasar Modal yang Menantang
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah kondisi pasar modal yang menantang, berimbas terhadap negatifnya hasil investasi industri asuransi jiwa. Di lain sisi, AXA Mandiri mengklaim berhasil mencatatkan kenaikan hasil investasi di 2024.
“Untuk investment income kita sebenarnya naik, jadi kalau kita lihat mungkin nanti tunggu di financial disclosure-nya aja di bulan depan. Jadi positif naik,” ujar Presiden Direktur AXA Mandiri Handojo G Kusuma, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam acara Media Gathering dan Buka Puasa Bersama AXA Mandiri, di Jakarta, Jumat (7/3/2025).
Menurut dia, naiknya hasil investasi sejalan dengan shifting atau pergeseran yang terjadi di industri asuransi jiwa dari produk unit link ke tradisional. Hal ini juga diikuti oleh AXA Mandiri.
“Jadi kepemilikan (investasi) kami di obligasi negara sekarang lebih (besar) dibandingkan dengan tahun sebelumnya, karena kami ingin mem-backup liabilities yang ada di AXA Mandiri dengan obligasi negara yang tentunya secara credit risk itu lebih baik dibandingkan dari aset-aset lain dan lebih stabil,” kata Handojo.
Baca Juga
AXA Mandiri Optimistis Pemerintahan Baru Bisa Dorong Kinerja Asuransi
Untuk kinerja investasi sendiri, yield yang didapatkan dari obligasi negara sekitar 6%. Selain itu, untuk investasi di unit link ataupun kinerja investasi lainnya tetap mengikuti benchmark seperti LQ45.
“Karena kita benar-benar mengikuti hanya indeks yang benar-benar cukup likuid di indeks saham. Jadi masih sesuai dengan benchmark-nya,” ucap Handojo.
Sementara untuk menjaga kinerja investasi tetap berada pada jalurnya di tengah kondisi tekanan pada pasar modal, lanjut Handojo, AXA Mandiri menerapkan strategi investasi yang sangat hati-hati.
Baca Juga
AXA Mandiri Sebut Produk Asuransi Endowment Jadi Jawaban untuk Kondisi Ekonomi yang Tak Pasti
“Jadi untuk kebijakan investasi kita juga selalu melihat dari investasi hanya di blue chips dan kita juga melihat dari investasi kita untuk di ekuitas. Untuk dari aset di general account kita juga tidak terlalu banyak expose di equity tapi lebih banyak di time deposit dan government bonds,” katanya.
“Jadi saya kira investasi kita bisa dibilang konservatif dan kita mempunyai asas kehati-hatian dalam managing dari aset kami,” sambung Handojo.

