Mengupas Upaya Mendukung Kesetaraan Gender Bersama Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav
Niharika Yadav
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia (AFI)
JAKARTA, Investortrust.id - Namanya mencuat di jajaran pemimpin perusahaan asuransi terkemuka internasional, begitu diangkat sebagai Presiden Direktur AXA Financial Indonesia (AFI) pada 30 April 2019. Dengan jabatannya, perempuan kelahiran 9 Agustus 1975 ini bertanggung jawab untuk memimpin AXA Financial Indonesia dalam mencapai jaringan agensi yang berkelanjutan dan profesional, serta mengembangkan kemitraan dan menumbuhkan bisnis langsung AXA.
Niharika Yadav, punya pengalaman lebih dari 10 tahun di bidang asuransi, dengan peran mendorong distribusi dan strategi kinerja di seluruh wilayah dengan fokus pada negara-negara Asia Tenggara selama perannya di kantor regional AXA di Hong Kong.
Sebelum pindah ke Indonesia pada tahun 2018, Niharika menjabat sebagai Director of Distribution Hub di AXA Asia dan bertanggung jawab untuk menjalankan strategi serta program transformasi ke entitas lokal, serta membantu mengeksekusi prioritas strategis di tingkat organisasi, yang mencakup transformasi digital, efektivitas tenaga penjualan, dan strategi MDRT.
Namun, tak banyak yang memahami bahwa lulusan Maharshi Dayanand Saraswati University, India ini memegang teguh prinsip kesetaraan gender. Prinsipnya amat sejalan dengan komitmen AFI sebagai bagian dari AXA Group, dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung pertumbuhan perempuan di industri keuangan.
Terkait dengan peringatan International Women’s Day 2025 yang jatuh pada 8 Maret 2025, Niharika menerima Fajar Widhiyanto, Bagus Kasanjanu dan pewarta foto Elsid Arendra Filemon dari Investortrust.id untuk berbagi pandangan dan pengalaman seputar kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, hingga upayanya menggelar sejumlah program yang mampu menghilangkan bias gender atas perempuan. Simak perbincangan Investortrust.id dengan Niharika Yadav.
Baca Juga
Terkait International Women’s Day 2025, apakah ada peran yang dilakukan oleh AFI mengenai kesetaraan gender di Indonesia, khususnya bagi karyawan? Bagaimana pengalaman Anda melakukan program-program terkait?
AXA Group sangat berkomitmen terhadap kesetaraan gender dan keberagaman. Sebagai bagian dari AXA Group, ini adalah agenda yang sangat besar bagi kami di AXA Financial Indonesia (AFI). Bagi AFI, inklusi tidak hanya sekedar nilai, tetapi merupakan bagian dari komitmen perusahaan. AFI meyakini bahwa perusahaan asuransi yang kuat dan inovatif dibangun di atas beragam perspektif, dengan kesetaraan gender sebagai elemen kunci dalam visi tersebut.
Kami menyadari bahwa kesetaraan gender bukan hanya kewajiban moral tapi juga kebutuhan bisnis. Kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif, dimana setiap individu, tanpa memandang gender, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi. Dengan memberdayakan perempuan dan mendorong keberagaman di seluruh tingkatan organisasi, kami tidak hanya memperkuat budaya kerja, tetapi juga mendorong inovasi dan kesuksesan.
Saya pribadi berasal dari kota pendidikan yang sangat kecil di India. Saya beruntung berada di tempat yang tepat dengan atasan, mentor, serta perusahaan yang tepat sehingga bisa mendorong karier saya dan memiliki pekerjaan impian hari ini. Tidak mudah bagi saya seorang perempuan untuk bisa di posisi ini, tapi ketika kita mampu menunjukkan kemampuan dan berada di ekosistem yang tepat, maka kita bisa mencapainya.
Apa kontribusi Anda sebagai Presiden Direktur untuk meningkatkan peran perempuan di tempat kerja?
AXA telah menerapkan berbagai kebijakan dan inisiatif untuk mendukung kesetaraan gender, termasuk keseimbangan gender dalam peran kepemimpinan, kebijakan upah setara untuk pekerjaan yang setara, serta program pengembangan karir untuk perempuan.
Sebagai pemimpin perempuan di AFI, saya juga menjadi contoh nyata bahwa setiap perempuan di AXA memiliki kesempatan untuk menjadi pemimpin dan bahkan menduduki posisi eksekutif. Oleh karena itu, saya selalu mendorong tim saya, terutama perempuan, untuk mengembangkan kemampuan pribadi dan profesional mereka untuk menjadi yang terbaik dan terus memberdayakan diri mereka agar siap menjadi pemimpin. Di AFI, kami juga memberikan pelatihan yang berkaitan dengan topik pemimpin perempuan, hal ini bertujuan untuk mempersiapkan dan mengembangkan perempuan hebat.
Saat ini di AFI, posisi Head Department banyak diduduki oleh perempuan dan menurut saya mereka sangat mumpuni, andal dan dari segi kinerjanya sangat membanggakan. Di tahun 2024, dari seluruh karyawan yang mendapatkan rekognisi kinerja terbaiknya sebanyak 64% merupakan perempuan dan sisanya 36% laki-laki.
Bagaimana upaya Anda untuk mendorong lebih banyak perempuan menduduki posisi kepemimpinan di masa depan? Serta berapa target persentase untuk pekerja perempuan dan laki-laki di AFI?
Kesetaraan gender sangat penting, kami tahu manfaatnya. Bahkan berdasarkan penelitian menunjukkan bahwa perusahaan dengan keragaman gender tidak hanya unggul dalam kinerja keuangan dibandingkan perusahaan lain, tapi juga mendorong inovasi yang lebih baik serta meningkatkan keterlibatan karyawan.
Kami secara aktif merekrut kandidat perempuan, menyediakan program mentorship dan sponsorship, menawarkan pelatihan kepemimpinan khusus untuk perempuan, mempromosikan pengaturan kerja yang fleksibel, menumbuhkan budaya inklusivitas dan keberagaman, menyoroti para pemimpin perempuan yang sukses, dan mengatasi bias yang tidak disadari di tempat kerja.
Baca Juga
Berikutnya, dari total pegawai AFI, sekitar 48% merupakan perempuan, dan 52% lelaki. Jadi, sudah sangat seimbang. Dalam jajaran manajemen eksekutif kami, sebesar 75% perempuan dan 25% lelaki. Terkait pemberdayaan, tahun lalu, 64% promosi kami berikan untuk perempuan. Selain itu, kami juga menunjuk tiga anggota komite manajemen yang penting, orang-orang yang sangat senior, semuanya perempuan, baik di operasional dan IT.
Apa saja kebijakan dan fasilitas yang mendukung kesejahteraan karyawan perempuan di tempat kerja?
Untuk kepentingan karyawan, AFI juga menerapkan kebijakan “We CARE Policy”, sebuah inisiatif kesetaraan gender yang mencangkup berbagai kebijakan. kami mengadakan pelatihan kepemimpinan perempuan, dan mengadakan talkshow inspiratif dengan pembicara pemimpin perempuan. Sejak tahun 2022 kami juga menerapkan smart working dengan 3 hari WFO dan 2 hari WFH yang salah satu tujuannya adalah untuk mendukung para ibu bekerja yang memiliki banyak tanggung jawab.
Kami juga memberikan cuti melahirkan untuk perempuan selama 4 bulan, untuk laki-laki selama 4 minggu yang diberikan setiap bulannya selama sepekan. Kami menyadari, terkadang karyawan harus merawat orang tua atau saudara yang sakit, untuk itu kami punya fasilitas cuti pengasuh (caregiver leave) yang diberikan bagi karyawan yang harus merawat anggota keluarganya.
AFI juga punya program Mind Health yang mencangkup pengembangan diri dan sesi coaching bagi karyawan. Selain itu, AFI juga memperkenalkan program Employee Assistance semisal ada karyawan mengalami stres dan takut, dan itu merupakan hal yang sangat pribadi bagi dia, serta tak bisa dibicarakan dengan rekan dan atasannya, maka kami menyediakan tenaga psikolog dan psikiater bagi mereka.
Baca Juga
Perluas Layanan, AXA Financial Indonesia Rilis Produk Tradisional Baru
Apakah ada isu mengenai perempuan di Indonesia yang menjadi perhatian Anda sebagai pribadi dan AFI sebagai perusahaan?
Tentu saja, sebagai perempuan, topik kekerasan dalam rumah tangga cukup dekat dengan hati saya, karena di India dan Indonesia memiliki jumlah kekerasan dalam rumah tangga yang meningkat. Saat ini, masih banyak kondisi yang terkadang tidak berpihak pada perempuan, bahkan masih banyak yang menjadi korban kekerasan.
Pada saat Covid-19, kasus KDRT meningkat secara signifikan, AFI meluncurkan sebuah program Aman Untuk Semua guna meningkatkan kesadaran publik terkait tingginya kekerasan di ranah privat. Melalui program ini, AFI mengambil langkah proaktif dan praktis untuk melindungi serta memberdayakan perempuan. AFI berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, komunitas pemberdayaan perempuan, dan lembaga bantuan hukum dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan mendukung bagi perempuan.
Program ini dijalankan dalam tiga tahap, yakni program sosialisasi pemahaman yang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran melalui sosialisasi fasilitas layanan seperti rumah singgah, mobil aman, dan legal.
Kami juga menjalankan program penanganan korban kekerasan untuk memfasilitasi kelas psikolog bagi para korban KDRT. Berikutnya program pemberdayaan korban kekerasan yang bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri, kemampuan personal, dan profesional.
Apakah ada pesan khusus dari Anda untuk masyarakat Indonesia terkait bagaimana kesetaraan gender?
Fokus kami pada kesetaraan gender sejalan dengan tujuan kami untuk 'Act for Human Progress by Protecting What Matters’. Ini mencerminkan keyakinan kami bahwa kemajuan sejati tidak dapat dicapai tanpa memastikan setiap individu, tanpa memandang gender, memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan sukses. Kami membangun lingkungan yang inklusif dengan memberikan manfaat bagi individu, komunitas, dan masyarakat secara keseluruhan. Mendorong keberagaman bukan hanya soal keadilan, tapi juga tentang menciptakan hasil yang lebih baik bagi bisnis, ekonomi dan masyarakat.

