Dirut Bank Mandiri Yakin Danantara Akan Ciptakan Pertumbuhan
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Darmawan Junaidi menyampaikan rasa optimismenya bahwa Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) akan mampu menciptakan potensi pertumbuhan yang optimal termasuk bagi industri perbankan lewat sejumlah alokasi investasinya.
“Jadi, ekspektasi bahwa ini akan tumbuh besar karena di bagian investasinya ada proyek-proyek baru yang merupakan potensi target pertumbuhan ekspansi kreditnya Himbara (himpunan bank milik negara), iya,” kata Darmawan Junaidi saat gathering dengan para pemimpin redaksi media massa di Jakarta, Rabu (5/3/2024).
Namun demikian ia menegaskan bukan berarti bank-bank Himbara di bawah tekanan karena ditugaskan untuk menggunakan dana DPK ke proyek yang tidak memenuhi risk acceptance criteria yang dimilikinya. “Kami punya loan portfolio guidelines yang selama ini kami lakukan secara disiplin, yang membuat NPL kami terus turun di bawah 1%,” imbuhnya.
Ia pun mengingatkan bahwa sejatinya tugas dan fungsi industri perbankan adalah sebagai lembaga keuangan yang mengumpulkan dana masyarakat untuk disalurkan dalam bentuk kredit, alias fungsi intermediasi.
Baca Juga
Bos Bank Mandiri Tepis Isu Dana Nasabah Bakal Digerus Danantara
DPK yang ada di perbankan, termasuk di Bank Mandiri, sejatinya memang harus dioptimalkan dan diintermediasikan dalam bentuk kredit, yang berikutnya akan menjadi modal dari sebuah entitas usaha.
Di luar itu, bank pun memiliki standar prudential banking yang telah diatur oleh otoritas dalam hal ini OJK. Prinsip kehati-hatian yang telah diatur oleh otoritas juga termasuk batas volume pinjaman atau legal lending limit. Setiap peluang bagi Himbara dalam bentuk kucuran kredit, kata Darmawan, sudah pasti telah melewati proses pertimbangan dan perhitungan yang tidak akan merugikan bank.
“Kalau ada kekhawatiran instruksi kepada bank Himbara gunakan DPK-nya untuk hal yang di luar target ataupun risk acceptance criteria yang dimiliki masing-masing bank, saya sangat optimis itu tidak akan terjadi. Karena kami punya loan portfolio guidelines, ada OJK sebagai regulator, dan di industri keuangan khusus banking sangat well regulated,” tegasnya.

