AAUI Ungkap Inklusi Asuransi Harus Terus Diperdalam
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) menyatakan bahwa inklusi hingga regulasi di bidang asuransi harus terus diperdalam. Menurut Wakil Ketua AAUI untuk Bidang Kerjasama Antar Anggota dan Hubungan Internasional Muhammad Iqbal, literasi asuransi terus menunjukkan kenaikan, tapi tidak berbarengan dengan naiknya inklusi asuransi.
Hal itu diungkapkan Iqbal dalam acara Best Unit Link Awards 2025 yang berlangsung di The Sultan Hotel Jakarta, Selasa (25/2/2025).
"Literasi asuransi angkanya naik. Sekarang sentuh 17%, harus berbangga lah sedikit. Tapi inklusifnya tidak naik berbarengan. Inklusifnya hanya baru sampai angka 12%, masih ada gap kira-kira 5%," ujar Iqbal.
Menurut Iqbal, masyarakat mengerti produk asuransi, tapi masyarakat belum mau untuk membelinya.
"Sekali lagi survei ini tidak mengikutkan social insurance. Which is BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagaan Kerjaan. Jadi kalau yang namanya survei persepsi Pak, kalau kita survei satu orang saja disini. Anda punya produk asuransi, baik unit link maupun non unit link. Mereka jawabnya bisa iya bisa tidak pak, tapi yang pertama kali dijawab tidak. Tapi yang lucu kalau kita ubah pertanyaannya, anda punya BPJS semua jawab punya pak. Nah jadi kembali lagi menurut kita BPJS itu asuransi atau bukan," jelas Iqbal.
Terkait hal ini, Iqbal membeberkan, jika asuransi sosial dimasukkan sebagai literasi dan inklusi, maka ia percaya separuh penduduk Indonesia saat ini sudah memiliki asuransi.
"Artinya tinggal kita untuk tadi, kita harus membuka diri, kita harus memperbaiki layanan. Supaya mereka mengerti asuransi karena sudah punya BPJS. Tapi BPJS ada keterbatasan bagaimana caranya beli produk kita. Atau beli unit link yang dibalut dengan investasi," pungkas Iqbal.

