Bagikan

Laba Naik 12% Jadi Rp583 Miliar, CIMB Niaga Finance Ungkap Rahasianya 

 
 

JAKARTA, investortrust.id - PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 12%, dari Rp 520 miliar pada 2023 menjadi Rp 583 miliar di tahun lalu. Kenaikan ini, salah satunya didorong oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru. 


Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman mengungkapkan, total penyaluran pembiayaan baru tercatat Rp 9,96 triliun di 2024, naik 11,4% dibanding tahun 2023 yang mencapai Rp 8,94 triliun. 


”CIMB Niaga Finance menargetkan total penyaluran pembiayaan baru tahun 2024 sebesar Rp 9 triliun, di mana pencapaian pertumbuhan telah melampaui target tahunan sebesar 110,7%,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (17/1/2025). 


Selain itu, dikatakan Ristiawan, total aset perusahaan hingga Desember 2024 mencapai Rp 10,53 triliun atau tumbuh 34% dibandingkan periode yang sama 2023 yang mencatatkan Rp 7,45 triliun. 


Di sisi bersamaan, rasio pembiayaan bermasalahnya juga terjaga dengan baik. Tercermin dari non performing financing (NPF) yang berada di level 1,03% per Desember 2024, atau dibawah rata-rata industri multifinance yang berada di angka 2,62% pada September 2024. 


Menurut Ristiawan, pertumbuhan-pertumbuhan tersebut tak lepas dari berbagai strategi yang diterapkan CIMB Niaga Finance, salah satunya adalah fokus pada pengembangan teknologi informasi (TI), dan inisiatif digitalisasi dengan meningkatkan kapasitas dan kapabilitas dari sisi keamanan dan infrastruktur TI. 

 

“Berbagai sistem digital telah diimplementasikan, termasuk otomatisasi proses kerja, pengembangan platform digital untuk mendukung produktivitas bekerja seperti CNAF Mobile App yang merupakan aplikasi untuk mempercepat nasabah dalam pengajuan kredit,” kata Ristiawan. 


Di lain sisi, untuk meningkatkan akuisisi bisnis, CIMB Niaga Finance mengembangkan aplikasi SCMS (sales control & management system) yang dapat memonitor seluruh aktivitas aktivitas sales dari end-to-end dan juga CNAF Partner Mobile sebagai wadah yang menghubungkan partner (dealer dan showroom) dengan CIMB Niaga Finance untuk mempercepat proses transaksi dan meningkatkan customer experience


“Dalam upaya menjaga kesehatan portofolio perusahaan, CIMB Niaga Finance memiliki aplikasi digital berupa CIMOL (collection mobile application) yang memudahkan tim collection dalam mengelola kualitas portofolio,” ucap Ristiawan. 


Kemudian, ada juga pengembangan sistem predictive dialer system (PDS) yang akan semakin meningkatkan produktivitas dari aktivitas reminder coll & desk call


Selain fokus pada digitalisasi, lanjut Ristiawan, pihaknya juga fokus dalam melakukan diversifikasi produk di tahun lalu, yakni meluncurkan produk baru fixed asset refinancing. Di mana, nasabah dapat menjaminkan aset yang dimiliki seperti rumah, ruko, atau apartemen. 


Ristiawan menyatakan, sebagai upaya untuk mewujudkan tujuan keberlanjutan atau sustainable financing, CIMB Finance juga memberikan program pembiayaan kendaraan ramah lingkungan. Per 2024, pembiayaan dari segmen ini sebesar Rp 740 miliar, tumbuh 120% dibanding 2023 yang tercatat Rp 337 miliar. 


“Pertumbuhan ini dikarenakan potensi pasar untuk kendaraan ramah lingkungan sangat terbuka luas,” ujar Ristiawan. 


“Menyikapi 2025 yang semakin menantang, CIMB Niaga Finance menargetkan penyaluran pembiayaan baru sekitar Rp 9,5 triliun. Berbagai strategi dan inisiatif baru dirancang untuk mencapai pertumbuhan bisnis yang lebih baik lagi,” sambung dia. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024