Pentingnya Punya Proteksi Asuransi Sejak Dini
JAKARTA, Investortrust.id - Sudah menjadi rahasia umum jika sebagian kaum milenial dan Gen Z di Indonesia memiliki gaya hidup yang cenderung konsumtif. Mereka sering mengabaikan bekal di masa depan, salah satunya mitigasi risiko melalui proteksi asuransi.
Financial Planner Expert PINA Indonesia, Rista Zwestika mengungkapkan, perencanaan masa depan lewat kepemilikan asuransi tidak dibatasi hanya pada kelompok atau generasi tertentu. Alangkah baiknya jika setiap generasi memiliki fondasi mitigasi risiko dalam bentuk kepemilikan polis asuransi.
”Kalau misalkan Gen Z ini bilang urgent harus punya (asuransi), ya kenapa enggak. Minimal di angka 5%-10% dari total pendapatan (digunakan untuk membayar polis asuransi, red). Begitu juga dengan yang milenial, penting banget,” ujarnya saat ditemui Investortrust.id di Jakarta, Rabu (21/2/2024).
Menurut Rista, semakin muda umur seseorang memiliki asuransi, maka benefit yang akan didapat juga akan lebih besar, Selain itu biaya premi yang dikeluarkan juga lebih murah. Namun, sebaliknya jika orang membeli asuransi di usia yang tidak lagi muda, maka biaya premi yang dibayarkan akan semakin mahal, mengingat tingkat risiko yang dimilikinya lebih besar dibanding orang-orang yang masih muda.
Baca Juga
Sebagai informasi, produk asuransi jiwa terdiri atas dua jenis, yakni produk asuransi murni atau yang biasa disebut produk tradisional, dan unitlink atau produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI).
Sesuai namanya, produk tradisional benar-benar hanya menyediakan proteksi jiwa untuk nasabah atas risiko-risiko yang timbul. Sedangkan unitlink ialah gabungan antara proteksi dan investasi. Dari total premi yang dibayarkan nasabah, sebagiannya akan dialokasikan untuk proteksi jiwa, dan Sebagian lagi untuk investasi.
Mana yang paling dibutuhkan oleh masyarakat antara unitlink dan produk tradisional, menurut Rista akan bergantung kepada kebutuhan serta budget yang dimiliki masing-masing calon nasabah. Namun ia menyarankan jika seorang calon nasabah membutuhkan perlindungan asuransi namun dengan dana yang terbatas, maka mereka bisa membeli produk tradisional.
“Yang saya perhatikan adalah, saat ini kita punya kebutuhan insurance tapi budget kita terbatas. Maka asuransi tradisional bisa menjadi pilihan,” katanya. (CR-13)

