Bagaimana Cara Meningkatkan Penetrasi Asuransi di Indonesia? Insurtech Solusinya
JAKARTA, investortrust.id – Asuransi berbasis teknologi (insurtech) bisa menjadi solusi meningkatkan densitas dan penetrasi asuransi di Indonesia yang masih rendah. Memiliki kelebihan dari sisi teknologi, insurtech mampu menyederhanakan proses berasuransi dan menjangkau masyarakat lebih luas.
Menurut Direktur Kepatuhan PT Asuransi Untuk Semua (Tap Insure), Makki Kusuma, penduduk Indonesia yang sudah terjangkau asuransi masih minim.
Baca Juga
Hari Asuransi Nasional 2023, Cek 4 Manfaat Utama Berasuransi
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan, penetrasi asuransi di Tanah Air tahun lalu mencapai 1,4%, jauh di bawah Singapura (12,5%), Thailand (4,6%), dan Malaysia (3,8%). Densitas asuransi di Indonesia juga masih rendah, sekitar Rp 1,88 juta.
“Insuretech bisa menjadi solusinya, karena bisa menyederhanakan seluruh proses berasuransi,” ujar Makki Kusuma dalam diskusi Investortrust Goes to Campus di Universitas Tarumanagara, Jakarta, Kamis (19/10/2023).
Kusuma menjelaskan, inti insurtech atau insurance 4.0 terletak pada penyederhanaan proses asuransi melalui otomatisasi, analisis data, dan kecerdasan buatan (AI). Alhasil, proses asuransi menjadi lebih mudah, sehingga asuransi mudah diakses khalayak yang lebih luas.
“Ada empatitem penting dalam insurance di era digital, yaitu otomasi dalam penyederhanaan prosesnya,” tutur dia.
Baca Juga
Penggalangan Premi Asuransi Melambat, Rp 203,42 Triliun per Agustus 2023
Kusuma juga memberikan saran praktis bagi konsumen. Masyarakat dianjurkan membeli polis asuransi yang berfokus pada perlindungan keluarga dan aset, alih-alih polis berbasis unitlink yang mencakup komponen investasi.
“Apabila Anda ingin asuransi yang aman maka Anda harus beli asuransi yang benar-benar untuk proteksi, bukan unitlink insurance plan. Sebab, unit linked insurance itu ada komponen-komponen investasinya,” papar dia.
Tap Insure, kata Makki Kusuma, juga menawarkan insuretech ke berbagai lapisan masyarakat, di antaranya para driver ojek online, berupa asuransi harian. “Mereka selama ini tak tersentuh asuransi,” tutur dia.(CR-3)
