7 Juta Data Terekspos di Dark Web per September 2024, Begini Upaya OJK
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa terdapat 7 juta data yang terekspos di dark web per September 2024. Ketua Dewan Audit merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK Sophia Wattimena mengungkapkan, dari lebih 450 instansi yang terdampak, dengan sekitar 3% di antaranya adalah dari sektor keuangan.
Pernyataan ini disampaikan Sophia berdasarkan laporan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dalam acara Risk and Governance Summit 2024 "Strengthening the GRC Ecosystem in the Financial Sector to support the Golden Indonesia 2045 Vision di InterContinental Jakarta Pondok Indah, Selasa (26/11/2024).
"Menurut laporan BSSN per September 2024, terdapat 7 juta data yang terekspos di dark web, dari lebih dari 450 instansi yang terdampak, dengan sekitar 3% di antaranya adalah dari sektor keuangan," ujar Sophia.
Sehubungan dengan hal tersebut, Sophia menjelaskan, OJK sebagai regulator terus memperkuat industri dalam membangun industri infrastruktur digital yang tangguh dan aman. Di antaranya melalui penerbitan ketentuan POJK Nomor 11/POJK.03/2022 tentang Penyelenggaraan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum dan POJK Nomor 4 /POJK.05/2021 tentang Penerapan Manajemen Risiko dalam Penggunaan Teknologi Informasi oleh Lembaga Jasa Keuangan Nonbank.
"Dan dengan tambahan amanat undang-undang P2SK bagi OJK untuk mengawasi sektor inovasi teknologi sektor keuangan dan aset keuangan digital, kami juga telah mempertimbangkan governansi yang baik dengan merilis pedoman keamanan siber untuk penyelenggara inovasi teknologi sektor keuangan. Serta kode etik penggunaan kecerdasan buatan atau AI," jelas Sophia.
Lebih lanjut, Sophia menyebut, hal itu dilakukan untuk merespon isu penurunan digital trust, antara lain berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh Edelman Trust Barometer yang menunjukkan adanya tren penurunan secara global untuk digital trust.
"Di mana secara umum 14 dari 22 negara mengalami penurunan dan 6 negara di antaranya yang menunjukkan penurunan sebesar 2 digit point itu adalah US, Kanada, Jepang, UK, Perancis, dan Australia," kata Sophia.
Baca Juga
OJK Ungkap Tata Kelola yang Baik Adalah Kompas Bagi Perusahaan Menuju Praktik Etis hingga Akuntabel
Sebagai tambahan informasi, dalam rangka upaya penguatan tata kelola organisasi dalam menghadapi era transformasi digital, mendukung program pembangunan nasional berkelanjutan, dan persiapan menuju Indonesia Emas 2045, OJK menyelenggarakan Risk and Governance Summit (RGS) 2024 pada hari ini, Selasa (26/11/2024).
Acara RGS pada hari ini merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara Forum Penguatan Governance dan Integritas yang telah dilakukan oleh OJK selama tahun 2024. Atas masukan yang begitu berarti dari seluruh asosiasi governance, komunitas, lembaga, dan juga dari bidang-bidang di pengawasan OJK
Di sisi lain, peserta RGS pada hari ini kurang lebih mencapai 5.550 peserta, di mana 550 peserta hadir secara fisik dan selebihnya hadir secara online. Adapun peserta tahun ini meningkat sebesar 36% jika dibandingkan kehadiran tahun lalu.

