BRI Waspadai Penurunan Kinerja UMKM Akibat Judi Online
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Bisnis Mikro PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk Supari menyadari penurunan daya beli masyarakat akan memengaruhi perputaran uang UMKM. Sebab, UMKM mengandalkan perputaran uang dari masyarakat. Selain daya beli, Supari juga menyebut judi online ikut memengaruhi angka penjualan UMKM.
“Saya berkeliling dari Makassar sampai Padang, mereka turun omzetnya 40%-60%. Suka tidak suka harus kita lihat apa adanya,” kata Supari saat Menuju Satu Dekade KUR untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional Melalui Pembiayaan Usaha Produktif, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Selain daya beli, Supari mengatakan terdapat faktor yang membuat rusak omzet UMKM. Dia menyebut salah satunya judi online.
“Judi online ini sudah mengekspos luar biasa pelaku UMKM, apalagi di saat, mereka membangun harapan,” ucap dia.
Setelah judi online, Supari menyebut dampak pinjaman online. Dia mengatakan akan merancang skema aturan untuk memvalidasi nasabah yang terpapar judi dan pinjaman online.
Baca Juga
Polisi Sita Aset Senilai Rp13,8 Miliar dari Judi Online Slot8278
Supari menjelaskan pihaknya tengah membangun komunikasi dengan operator telekomunikasi untuk memvalidasi tiap nasabah yang mangajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sementara untuk melacak nasabah yang terpapar pinjaman online, BRI telah meminta bantuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sementara itu Asisten Deputi Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Gede Edy Prasetya mengatakan sebetulnya KUR dapat menjadi alternatif akses pembiayaan menggantikan pinjaman online.
Meski demikian, dia meminta untuk memanfaatkan fasilitas layanan KUR untuk pembiayaan di sektor produktif.
“Jadi mudah-mudahan nanti kita bisa menggantikan itu (pinjol). Kita edukasi masyarakat bahwa kita bikin usaha yang bagus dulu, kemudian penuhi syaratnya nanti pasti akan dapat, dan itu pasti akan membantu mereka, karena kan bunganya sangat rendah," kata Gede.

