Di Bawah Bank Terbesar Kedua di Thailand 'KBank', Bank Maspion Bidik KBMI III di 2027
JAKARTA, investortrust.id - Selama satu dekade belakangan Kasikorn Bank (KBank) telah berinvestasi di PT Bank Maspion Indonesia Tbk (BMAS), mendorong statusnya dari kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) I menjadi KBMI II. Di bawah bank terbesar kedua di Thailand tersebut sebagai pemegang saham pengendali (PSP), Bank Maspion menargetkan untuk meningkat ke KBMI III di tahun 2027.
Direktur Utama Bank Maspion Kasemsri Charoensiddhi mengungkapkan, akuisisi KBank membuka jalan bagi Bank Maspion untuk mengakselerasi pertumbuhan. Hinga kuartal kedua 2024, total ekuitas Bank Maspion mencapai Rp 6,8 triliun, masuk salah satu jajaran 30 bank terbesar di Indonesia.
“Kami berkomitmen untuk mencapai status KBMI III pada 2027, dan memposisikan Bank Maspion di antara 20 bank terbesar di Indonesia. Serta memperkuat komitmen kami terhadap pertumbuhan dan inovasi di sektor perbankan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Kamis (24/10/2024).
Baca Juga
Garap Right Issue Rp 3,51 Triliun, Saham Bank Maspion (BMAS) Tembus ARA
Menurut Kasemsri, sejak 2017 KBank telah menjadi mitra strategis Bank Maspion dengan kepemilikan saham sebesar 9,99%. KBank kemudian menjadi pemegang saham mayoritas Bank Maspion dengan kepemilikan 67,5% pada 2022. Tahun lalu, KBank kembali menyuntikkan tambahan Rp 3,5 triliun yang meningkatkan kepemilikan saham menjadi 84,55%.
Sementara itu, President of KBank Pipit Aneaknihi mengatakan, investasi di Bank Maspion menegaskan dedikasi pihaknya untuk kemitraan regional, memberikan layanan keuangan terbaik yang mampu memberdayakan bisnis dan perdagangan lintas negara, sembari turut memperkuat pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi Indonesia dan Thailand.
Baca Juga
Bank Maspion (BMAS) Rights Issue Rp 3,5 Triliun, Pengendali KVF Jadi Pembeli Siaga
Sebagai pemegang saham terbesar di Bank Maspion, kata dia, KBank berkomitmen untuk mendukung industri perbankan Indonesia pada empat area utama.
“Pertama, KBank berkomitmen untuk menyediakan kredit dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Saat ini industri perbankan hanya membiayai sekitar 34% dari PDB (produk domestik bruto), artinya masih banyak ruang pembiayaan tersisa yang dapat diisi oleh KBank dan Bank Maspion,” kata Pipit.
Dikatakan dia, KBank juga akan meningkatkan pembiayaan UMKM untuk mendorong tercapainya inklusi keuangan yang lebih luas. Kemudian, KBank akan memperkuat pembiayaan perdagangan regional dengan memanfaatkan jaringan regionalnya untuk mendukung Indonesia dalam perdagangan internasional dengan mitra MEA+3 (Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan).
“Lebih lanjut, KBank akan mempercepat transformasi digital melalui keberhasilannya dalam digitalisasi,” ucap Pipit.

