Jadi Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan, Ini Profil Setiawan Ichlas 'Crazy Rich' Palembang
JAKARTA, investortrust.id - Setiawan Ichlas baru saja ditetapkan menjadi Utusan Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Perbankan. Namanya masuk daftar pelantikan ketua Mahkamah Agung, kepala badan, penasihat khusus, utusan khusus, dan staf presiden oleh Presiden Prabowo Subianto, di Jakarta, Selasa (22/10/2024).
Setiawan dikenal sebagai seorang pengusaha batu bara atau crazy rich asal Palembang. Selain menjalankan bisnis tersebut, ia juga menekuni bidang usaha lain, seperti perkebunan, pertambangan mineral, keuangan, hingga energi.
Pria kelahiran 10 April 1977 ini juga memiliki bisnis pengelolaan pelabuhan dan infrastruktur, jalan, jalur kereta api, serta transportasi batu bara. Diversifikasi bisnis Setiawan mencakup sektor perkebunan dan pengolahan kelapa sawit.
Melalui perusahaannya yakni PT Golden Blossom Sumatra (Bomba Group) Setiawan terlibat dalam pengelolaan perkebunan sawit berskala besar. Tak hanya mencakup produksi kelapa sawit, usahanya juga mengakomodir eksplorasi potensi logistik dan infrastruktur terkait.
Selain memiliki sejumlah bisnis, Setiawan juga dikenal dengan keterlibatannya dalam transformasi sejumlah institusi keuangan besar. Salah satu yang membuat namanya terangkat adalah upayanya dalam rencana akuisisi Bank Muamalat melalui PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk.
Baca Juga
Tujuh tahun lalu atau sekitar tahun 2017, Setiawan dikenal usai mengambil alih 14,37% saham di Minna Padi yang merupakan perusahaan sekuritas. Minna Padi berkomitmen besar menjadi pembeli siaga untuk penawaran saham terbatas Bank Muamalat senilai Rp 4,5 triliun.
Namun pada akhirnya rencana akuisisi Bank Muamalat tersebut tidak berlanjut karena ada permintaan OJK yang meminta kejelasan asal sumber dana yang akan digunakan.
Baca Juga
Profil Zita Anjani, Putri Menko Pangan yang Jadi Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata
Di samping itu, pria yang akrab disapa Iwan Bomba itu juga aktif dalam sejumlah aksi korporasi lainnya, misalnya pembelian 21% saham PT Bank Kesejahteraan Ekonomi melalui PT Danadipa Artha Indonesia. Akhirnya perusahaan ini melepas kepemilikannya kepada Sea Group, salah satu raksasa teknologi.
Sea Group sendiri dikenal dengan layanan online shop-nya Shopee. Akhirnya Bank Kesejahteraan Ekonomi berubah nama menjadi SeaBank.
Sebelumnya, Setiawan juga pernah menjadi pemegang saham mayoritas di PT Bank Pundi Indonesia Tbk (BEKS) yang sekarang berubah nama menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk.

