Pasar Asuransi Perjalanan Global Diprediksi Tumbuh Rp 187,88 Triliun di 2028
JAKARTA, investortrust.id - Menurut laporan terbaru dari Technavio, pasar asuransi perjalanan global diproyeksi tumbuh sebesar US$ 12,07 miliar atau setara Rp 187,88 triliun pada 2028, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR).
Melansir InsuranceAsia, Senin (14/10/2024), pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya pariwisata dan perjalanan bisnis, di samping digitalisasi proses asuransi yang semakin mempermudah konsumen untuk membeli dan mengelola polis.
Karena asuransi perjalanan menjadi bagian penting dari perencanaan perjalanan, maka perusahaan menawarkan polis yang menanggung risiko seperti penundaan karena cuaca, masalah mekanis, dan keadaan darurat medis.
Baca Juga
Allianz Utama: Tiga Risiko Ini Jadi Dorongan Masyarakat untuk Miliki Asuransi Perjalanan
Penggerak utama proyeksi pertumbuhan asuransi perjalanan beberapa diantaranya meliputi naiknya pendapatan konsumen yang dapat dibelanjakan, juga asuransi perjalanan wajib di negara seperti Amerika Serikat (AS), Inggris, dan Australia.
Serta, integrasi teknologi seperti application programming interface (API), kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), dan global positioning system (GPS).
Baca Juga
Gandeng Garuda Indonesia, Allianz Utama Indonesia Rilis Produk Asuransi Perjalanan Baru
Terlepas dari itu, tantangan masih menghinggapi lini bisnis asuransi perjalanan, termasuk kurangnya kesadaran konsumen dan keterlambatan dalam penyelesaian klaim. Pemrosesan klaim yang lambat, terutama lintas batas internasional telah menimbulkan keraguan di antara calon pelanggan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan pasar.
Meski menghadapi tantangan, inovasi dan peningkatan pengalaman pelanggan diharapkan dapat mempertahankan momentum industri sepanjang periode tersebut.

