Bappebti Tutup Gelaran Bulan Literasi Perdagangan Berjangka dan Komoditi 2024
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) secara resmi menutup penyelenggaraan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka dan Komoditi (PBK) di Anjungan Sarinah pada Sabtu, (12/10/2024).
Kepala Bappebti Kasan mengatakan, Bulan Literasi PBK 2024 merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Bappebti berkolaborasi dengan Asosiasi Perdagangan Berjangka Komoditi Indonesia (Aspebtindo) dan sejumlah perusahaan pialang berjangka di Tanah Air.
Inisiatif ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait industri PBK, memperkuat perlindungan kepada masyarakat, dan mendorong peningkatan perdagangan, terutama untuk transaksi multilateral.
Harapannya, meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap PBK akan meningkatkan likuiditas bursa berjangka. PBK diharapkan juga dapat menjadi alternatif investasi, sarana pengelolaan risiko, dan lindung nilai (hedging) bagi pelaku usaha.
"Perdagangan berjangka yang likuid akan meningkatkan efisiensi pasar dan melalui transaksi di Bursa Berjangka akan tersedia informasi pasar yang transparan, adil, dan terkini (real time)," katanya.
Baca Juga
Lebih lanjut Kasan menekankan, industri perdagangan berjangka komoditi (PBK) tetap harus bertransformasi secara digital. Pasalnya, perkembangan ekonomi mengarah ke perdagangan digital sehingga PBK menjadi salah satu instrumen strategis untuk diperkuat.
Bappebti mencatat, nilai transaksi PBK pada 2023 secara Notional Value (NV) mencapai Rp 25.680 triliun. Pada semester I-2024, kinerja PBK tercatat Rp 14.594 triliun. Transaksi tersebut masih lebih didominasi bilateral seperti forex, single stock, dan index dibandingkan multilateral.
"Pada 2023, transaksi bilateral mencapai Rp 25.273 triliun, sedangkan multilateralnya mencapai Rp 407,1 triliun. Cakupan komoditas yang ditransaksikan dalam PBK masih terkonsentrasi pada timah, crude petroleum oil (CPO), olein, kakao, kopi, dan emas digital," tuturnya.
Sejumlah kegiatan yang dilaksanakan selama Bulan Literasi PBK 2024 yaitu seminar, gelar wicara (talk show), siniar (podcast), sosialisasi Trading Goes to Campus, dan Market Update. Adapun kota pelaksanaan meliputi Jakarta,Bandung,Semarang,Solo,Yogyakarta,Surabaya,Malang,Medan, Batam, Manado dan Pontianak.
Pada kesempatan tersebut, Bappebti juga memberikan penghargaan kepada PT Didi Max Berjangka (Didimax) atas partisipasinya secara aktif melakukan literasi PBK kepada masyarakat luas.
"Didimax menekankan pentingnya Literasi di bidang perdangan berjangka dan komoditi karena banyak masyarakat yang masih awam tentang industri ini," ucqp Komisaris Utama Didimax Yadi Supriyadi.
Baca Juga
Ekspor Indonesia ke Uni Emirat Arab Naik 20,1% Berkat Perjanjian Dagang I-UAE CEPA
Lebih jauh Yadi menjelaskan Didimax bersama sama dengan Asosiasi Perdagangan Berjangka dan Komoditi (Aspebtindo) dan Bursa Berjangka Jakarta (JFX) gencar melakukan edukasi dan literasi kepada masyarakat.
Pada tahun 2024, Didimax sudah melakukan seminar edukasi dan literasi sebanyak kurang lebih 40 kali di beberapa kota Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Bandung, Makassar, Pekanbaru, Bengkulu, Medan, Yogyakarta, Tegal, Pontianak, Semarang, Palembang, Batam, Solo, Malang, Mataram, dan beberapa kota lainnya.
Didimax percaya bahwa dengan mengedukasi masyarakat dapat meminimalisir banyaknya masyarakat yang tertipu investasi bodong yang mengatasnamakan Perdagangan Berjangka Komoditi, masyarakat diharapkan tidak tergiur dengan iming iming pasti untung.

