Bagikan

BPR Intidana Bidik Penurunan NPL Jadi 7% di Tahun Ini

JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) industri bank perekonomian rakyat (BPR) yang terus meningkat, BPR Intidana Sukses Makmur (Intidana) juga mencatatkan hal yang sama. Di akhir tahun ini BPR Intidana membidik penurunan NPL menjadi 7%. 

“Proyeksi NPL kita hingga akhir tahun itu kurang lebih 7% gross,” ujar Direktur Utama BPR Intidana Firman A Moeis, di Jakarta, Jumat (11/10/2024).

Optimisme tersebut didorong oleh sejumlah upaya BPR Intidana dalam menekan NPL, beberapa diantaranya adalah negosiasi dengan nasabah dan penjualan aset. Hingga Agustus 2024, NPL BPR Intidana berkisar di level 12%. 

Baca Juga

Permudah Transaksi Nasabah, BPR Intidana Luncurkan Mobile Banking

Selain itu, lanjut Firman, BPR Intidana juga memperkuat dari sisi team collection dengan merekrut orang-orang yang sudah punya pengalaman dalam melakukan penagihan, termasuk juga pada bagian pimpinannya. 

“Jadi head-nya kita hire termasuk dengan timnya. Key person-nya. Kita melakukan ini secara intens. Kalau perlu kita lakukan eksekusikan tabungan melalui lembaga lelang,” katanya. 

Baca Juga

Tantangan BPR dan BPRS ke Depan Makin Berat, Begini Strategi OJK

Menurut Firman, tingginya NPL tersebut sejalan dengan kondisi di industri. Jika melirik Statistik Perbankan Indonesia (SPI) OJK, NPL BPR per Juli 2024 berada di level 11,49%. Besaran ini juga mengalami tren kenaikan, setidaknya sejak Oktober 2023 hingga Juli 2024.

“Kalau kita lihat NPL secara industri itu sudah double digit, Intidana setelah dicabutnya relaksasi terpengaruh sehingga kita punya NPL juga double digit,” katanya. 

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024