Begini Empat Jurus BSI Pertahankan Kinerja Positif
JAKARTA, investortrust.id - Hingga paruh pertama tahun ini PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) mencatatkan kinerja positif, tercermin dari perolehan laba bersihnya yang naik 20,2% secara year on year (yoy). Bank berkode saham BRIS ini memiliki empat strategi bisnis untuk mempertahankan kinerja.
Menurut Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna, hal pertama yang dilakukan pihaknya adalah memperluas cakupan pasar yang ada. Salah satunya dengan membidik generasi muda dan orang-orang conformist.
”Selama ini kita berkembang dari market yang pindah ke syariah, kita ingin kembangkan yang sudah syariah sedari awal untuk bisa masuk juga,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (8/10/2024).
Baca Juga
BSI Prioritas Perkuat Literasi Keuangan Syariah Melalui Gelaran Islamic Wealth Insight
Di lain sisi, dari sisi pendekatan juga akan diperkuat, baik dari segi offline maupun online. Lalu strategi kedua yang akan dilakukan BSI yaitu memperdalam pasar syariah dengan memperkuat model investasi baru seperti emas.
“BSI mendapatkan berkah karena menjadi salah satu perusahaan yang diberikan izin oleh pemerintah untuk berjualan emas dan menjadikan emas sebagai salah satu investasi,” kata Anton.
Baca Juga
Strategi ketiga, lanjut dia, ialah memperkuat transactional base yang fokus pada transaksi harian nasabah melalui e-channel BSI seperti BSI Mobile dan anjungan tunai mandiri (ATM). Di sisi bersamaan, saat ini BSI memang fokus dalam meningkatkan jumlah merchant quick response code Indonesian standard (QRIS) dan electronic data capture (EDC) agar lebih mudah diakses oleh masyarakat.
Sementara, hingga Agustus 2024 jumlah merchant QRIS BSI mencapai 392.000 merchant dan EDC baru 3.305 merchant. Anton melanjutkan, saat ini market terbesar BSI masih ada di sektor payroll base dengan jumlah mencapai dua juta nasabah.
”Sekarang kita coba dorong ke transaksional, supaya nantinya transaksi akan full di BSI,” ucapnya.
Strategi terakhir ialah penguatan dari sisi digital, yang diharapkan dapat membuka pintu bagi peluang BSI untuk bisa melayani nasabah selama 24 jam. Menurutnya, saat ini sudah 97,9% nasabah menggunakan e-channel BSI sebagai sarana bertransaksi.
“Dari sisi digital, ini sedang disiapkan oleh BSI baik dari sisi penguatan IT, penguatan personel IT, dan akan ada yang baru untuk jadi game changer selanjutnya dari BSI,” kata Anton.

