Hingga Semester I 2024, Premi Reasuransi Naik 7,4% Tembus Rp 10,75 Triliun
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi yang diperoleh industri reasuransi nasional tumbuh 7,4% dari Rp 10,01 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp 10,75 triliun di periode yang sama tahun ini.
Wakil Ketua AAUI Bidang Statistik dan Riset Trinita Situmeang mengungkapkan, ada tiga lini bisnis reasuransi yang menyumbang pendapatan premi terbesar industri. Secara berurutan, antara lain lini properti, marine cargo, dan asuransi kredit.
“Yang merupakan kontribusi secara terbesar itu dari properti sebesar Rp 891 menjadi Rp 6,1 triliun atau naik 17%,” ujarnya, dalam konferensi pers kinerja asuransi umum semester I 2024 yang digelar AAUI, di Jakarta, Senin (30/9/2024).
Selain itu, untuk lini usaha marine cargo, pendapatan premi yang dicatatkan industri reasuransi sebesar Rp 983,6 miliar pada semester I 2024, tumbuh 14,1% dibanding pada periode yang sama 2023 yaitu Rp 861,8 miliar.
Baca Juga
Premi Industri Asuransi Umum Tumbuh 18,4% Menjadi Rp 57,92 Triliun di Semester I-2024
Selanjutnya, ada lini asuransi kredit yang mencatatkan premi Rp 893,2 miliar pada semester I 2024. Capaian ini menurun 42,0% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 1,54 triliun.
Sementara itu, dikatakan Trinita, dari sisi klaim reasuransi mengalami penurunan 35,4% dari Rp 3,64 triliun pada semester I 2023 menjadi Rp 2,35 triliun di periode yang sama tahun ini.
Baca Juga
Dari 15 lini usaha di reasuransi, hanya tiga lini yang mencatatkan kenaikan klaim yaitu energy off shore, energy on shore, personal accident, dan health insurance. Sementara lini bisnis lainnya mencatatkan penurunan klaim.
Di lain sisi, dari rasio klaim yang dibayar reasuransi tercatat berada di level 31,8% pada semester I 2024, menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yaitu 36,4%.

