Premi Reasuransi Tumbuh 21,3% Tahun Lalu
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, tahun lalu, industri reasuransi membukukan premi sebesar Rp 23,83 triliun atau tumbuh 21,3% secara tahunan. Premi terbesar disumbang dari lini properti dengan pangsa 38,92%.
“Reasuransi mencatat perolehan premi selama tahun 2023 sebesar Rp 23,38 triliun, tumbuh 21,3% dibanding tahun 2022 senilai Rp 19,28 triliun. Dari total premi reasuransi tersebut, premi terbesar disumbang dari lini properti dengan pangsa 38,92%, disusul asuransi kredit 27,47%, dan engineering dengan pangsa 7,47%,” ujar Wakil Ketua AAUI Bidang Riset & Statistik Trinita Situmeang, dalam konferensi pers full year 2023 AAUI, di Jakarta, Selasa (28/02/2024).
Baca Juga
BNI Life Kejar Target Premi Rp 6,5 Triliun, Ini Strategi yang Ditempuh
Meski berkontribusi paling besar terhadap total premi reasuransi tahun lalu, namun premi lini bisnis properti mengalami penurunan 3,8%, dari Rp 9,46 triliun di 2022 menjadi Rp 9,10 triliun tahun lalu. Hal berbeda terjadi pada lini asuransi kredit, melambung 174,1% dari Rp 2,34 triliun menjadi Rp 6,42 triliun.
Klaim Melonjak 51,2%
Trinita menjelaskan lebih lanjut, pembayaran klaim juga melonjak. “Untuk klaim, pada 2023, reasuransi membayar klaim sebesar Rp 12,44 triliun. Ini meningkat 51,2%,” katanya.
Bila di breakdown, klaim paling besar dibayarkan reasuransi tahun lalu di asuransi kredit sebesar Rp 4,42 triliun. Berikutnya di lini properti Rp 4,35 triliun.
Baca Juga

