Begini Cara Allianz Life Indonesia Kelola Investasi di Saat Suku Bunga Turun
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah kondisi penurunan suku bunga acuan alias BI Rate, Asuransi Allianz Life Indonesia tetap berupaya menerapkan pengelolaan investasi yang prudent. Hal ini dilakukan agar bisa terus memberikan proteksi bagi masyarakat.
Country Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Himawan Purnama mengungkapkan, secara umum pihaknya menempatkan investasi di instrumen-instrumen yang terbilang aman, misalnya obligasi pemerintah.
“Kami biasanya memiliki porsi yang cukup besar di obligasi pemerintah. Jadi investasi kami cukup aman,” ujarnya, kepada media, belum lama ini.
Baca Juga
Prospek Masih Cerah, Unit link Allianz dan Allianz Syariah Kehadiran Rider Baru
Kemudian untuk produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link, lanjut Himawan, penempatan investasi kembali diberikan kepada pilihan dari masing-masing nasabah sesuai dengan portofolio risikonya masing-masing.
“Dari sisi pengelolaan dana di belakang, tim investasi kami siap dengan berbagai kondisi,” katanya.
Baca Juga
Genjot Pelayanan Asuransi Kesehatan, Allianz Syariah Gandeng 2 Perusahaan TPA
Merujuk laporan keuangan publikasi di website, hingga Agustus 2024, total investasi Allianz Life Indonesia tercatat Rp 30,24 triliun, menurun 2,64% secara tahunan. Dari jumlah tersebut, investasi terbanyak ditempatkan pada instrumen saham dengan porsi 42,10% atau sebesar Rp 12,73 triliun.
Disusul investasi pada surat berharga yang diterbitkan oleh negara RI dan obligasi korporasi dengan porsi masing-masing 22,03% dan 19,11% sebesar Rp 6,66 triliun dan Rp 5,78 triliun.
Penempatan lainnya ialah pada di instrumen lain seperti deposito berjangka, reksa dana, surat berharga yang diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI), penyertaan langsung, pinjaman polis, dan efek beragun aset.

