Mau Tahu Keseriusan Bank Soal Kemanan Digital? Simak Kata Pakar Berikut
JAKARTA, investortrust.id - Business resilience harus menjadi bagian integral dari layanan perbankan digital. Aspek ketahanan digital ini tidak semata kebutuhan untuk menghadapi cyber attacks, tetapi juga menentukan keberlanjutan bisnis perbankan.
Demikian rangkuman pandangan pakar transformasi digital industri keuangan, Dr. dr. Bayu Prawira Hie, praktisi industri keuangan, Rico Ustavia Frans, dan Deputy President Director Samuel Sekuritas, Suria Darma, yang dirangkum investortrust.id.
Menurut Bayu Prawira, seiring makin luasnya adopasi layanan digital oleh perbankan di Indonesia, semakin penting pula memperhatikan aspek resiliensi bisnis. Termasuk dalam menghadapi serangan siber. “Serangan siber ini bisa berasal dari seluruh dunia, oleh karenanya ancaman ini adalah ancaman skala global,” ujar Bayu.
Resiliensi digital bagi bank, menurut Suria Darma, bersifat vital bagi masa depan bank. Karena itu penting bagi bank untuk mengalokasikan Capex untuk mendukung resiliensi ini.
Baca Juga
“Berinvestasi untuk IT itu mutlak. Ini juga menjadi ukuran keseriusan bank bagi nasabahnya,” tandas Suria Darma.
Selain faktor investasi, kualitas SDM ikut menentukan aspek resiliensi digital yang juga bersinggungan dengan risk management bank. Kualitas SDM ini, menurut Bayu, menentukan kemampuan bank membangun skenario menghadapi ancaman siber. “Mereka juga memformulasikan Langkah-langkah yang harus diambil untuk tetap resilien dalam setiap scenario,” ujar Rico Ustavia Frans.
Selain SDM, standar dan arsitektur tatakelola keamanan siber ikut menentukan aspek resiliensi. Pilihan yang bijak adalah dengan menggunakan standar yang telah diformulasikan para ahli karena memperhitungkan seluruh aspek operasional.
“Faktor penting berikut adalah disiplin untuk melakukan Langkah-langkah yang telah diformulasikan. Juga latihan dan simulasi terhadap cara menjaga resiliensi bisnis dalam berbagai skenario serangan siber yang mungkin terjadi,” terang Bayu.
Baca Juga
Aspek-aspek penting ini berkaitan dengan dengan sejumlah risiko operasional bank. Suria Darma menyebut beberapa risiko, seperti risiko bisnis, yang berkaitan dengan keuangan perusahaaan serta masa depan dari sisi bisnis.
Ada pula risiko pasar berkaitan dengan baik buruknya repitasi bank. “Ada juga risiko legal, bisa berupa tuntutan nasabah maupun denda oleh otoritas keuangan maupun otoritas negara lain,” Rico Ustavia Frans.
Berbagai aspek penting ini menjadi perhatian Dewan Juri dalam rangka penganugerahan Digital Banking Awards 2023 (DBA 2023). Itu sebabnya, dewan juri merumuskan tema “Business Resilience Against Cyber Attacks” untuk penilaian DBA 2023.
Dewan Juri menetapkan peraih DBA 2023 setelah setiap kandidat mengisi form self assessment (kuesioner). Bank yang lolos dalam tahap penilaian kuesioner akan diundang untuk mengikuti tahap wawancara dengan Dewan Juri.
Adapun pengisian self assessment setiap kandidat bisa disampaikan melalui link: https://bit.ly/DBA2023-SELF. Untuk informasi lebih lanjut bisa melalui email info@intellectualbiz.com dan intellectualbiz@gmail.com
Baca Juga
Kemenkeu: Performa PDB Kuartal II Buktikan Resiliensi Ekonomi RI

