Genjot Customer Base, Ini yang Dilakukan BSI
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI Hery Gunardi menyatakan, sejak awal merger hingga saat ini, perusahaan telah menggaet setidaknya enam juta nasabah baru. Sebagai upaya untuk mendongkrak customer base ke depannya, bank syariah ini akan melakukan sejumlah hal.
“Jadi kalau kita lihat angka secara real, kurang lebih dua juta per tahun itu bertambah nasabah baru kita. Hingga Juni 2024, customer base BSI hampir mencapai 20,5 juta nasabah,” ujarnya, dalam konferensi pers paparan kinerja BSI kuartal II 2024, secara virtual, Senin (2/9/2024).
Menurutnya, ada sejumlah upaya yang dilakukan pihaknya untuk menggenjot customer base, misalnya dengan kehadiran fisik dan juga menjaga kualitas dari fasilitas perbankan yang disediakan BSI. Misalnya, dengan melakukan pembenahan yang berkaitan dengan tampilan cabang, lalu lokasi cabang, dan lainnya.
“Juga berupaya untuk melakukan sejumlah terobosan dari sisi proses bisnis di cabang dan meningkatkan pelayanan kepada nasabah sehingga bisa lebih cepat,” kata Hery.
Baca Juga
Begini Jurus BSI Dorong Pertumbuhan Pembiayaan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Menantang
Hal-hal tersebut, lanjut dia, sebagai salah satu upaya untuk mendorong agar nasabah semakin banyak berpartner dengan BSI atau menjadi customer base. Di samping itu, perusahaan juga berupaya untuk menambah jumlah anjungan tunai mandiri (ATM) guna memudahkan masyarakat dalam bertransaksi finansial.
“Pada awal merger jumlah ATM BSI hanya 2,5 juta, tapi hari ini dan selanjutnya kita sedang menambah 4.000 mesin ATM baru. Jadi artinya layanan kita dari sisi channel juga akan meningkat dua kali lipat,” ucapnya.
Dari sisi branding, sambung Hery, juga tak luput dilakukan. Selain di kota-kota besar seperti di Jakarta, BSI juga melakukan branding di daerah-daerah tingkat dua dengan membangung kapabilitas dan awareness nasabah khususnya terhadap perbankan syariah.
Masih bertujuan untuk membangun awareness dan meningkatkan literasi tentang perbankan syariah, BSI juga bekerjasama dengan berbagai universitas besar, misalnya dengan menghadirkan program studi (prodi) pendidikan syariah.
“Kemudian juga dengan hadirnya event besar seperti BSI International Expo yang tidak hanya memberikan dampak positif dari sisi branding atau image, tapi juga dari pengunjung yang banyak melihat bahwa ekosistem keuangan syariah sangat lengkap,” ujar Hery.
Baca Juga
Pembiayaan dan DPK Tumbuh, Laba BSI Naik 20,28% Jadi Rp 3,4 Triliun di Semester I 2024
Yang tak kalah penting, juga berupaya meningkatkan pelayanan digital channel. Improvement dari sisi digital, diungkapkan Hery, terus dilakukan pihaknya untuk semakin mengakomodir kebutuhan nasabah yang semakin beragam.
“Performa dari BSI Mobile juga makin lama makin baik, dan infrastruktur kita di QRIS, ATM, dan lainnya terus kita tingkatkan. Tujuannya adalah untuk bagaimana masyarakat dan juga calon nasabah lebih mudah mengakses BSI, lebih nyaman mengakses BSI,” katanya.
“Dengan strategi dan pemilihan segmen yang tepat, kita bisa menjalankan bisnis dengan baik dan solid dan semoga BSI bisa melalui kondisi sulit yang saat ini terjadi dan bisa tetap memberikan kinerja yang baik untuk para investor, pemegang saham, dan pemilik BSI,” ungkap Hery.

