BI Buka Peluang Turunkan Biaya Transaksi via BI Fast
BALI, investortrusrt.id - Bank Indonesia (BI) membuka kemungkinan penurunannya biaya BI Fast. Saat ini, fasilitas transfer yang diluncurkan sejak 21 Desember 2021 ini mamatok biaya transaksi antarbank sebesar Rp 2.500 atau lebih rendah dari tarif antarbank lainnya Rp 6.500 per transaksi.
Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Ryan Rizaldy menyebutkan, masyarakat sangat menikmati skema tarif BI Fast yang berlaku saat ini. "Fokus kami jangka pendek lebih bagaimana membangun sinergi, masalah penyesuaian harga akan sangat bergantung banyak hal," kata Ryan saat taklimat media, Jumat (24/8/2024).
Baca Juga
Ryan mengatakan, BI mempertimbangkan elemen lain ketika mengubah harga BI Fast. Dua variabel yang menjadi pertimbangan di antaranya makro dan inflasi. "Itu akan pengaruhi pertimbangan-pertimbangan kami dalam tetapkan harga. Jadi penyesuaian ke depan tidak tertutup kemungkinannya," ujar dia.
Saat ini, kata Ryan, BI akan fokus terhadap sinergi yang baik dengan industri perbankan. BI akan menyiapkan infrastruktur yang baik untuk mendorong inisiatif BI Fast tersebut.
Ryan mengatakan, BI Fast telah menjadi game changer untuk mendorong capaian inklusi keuangan. Dia mengatakan pekerjaan rumah mengenai inklusi keuangan sempat mandeg sejak 2018.
"Hingga tahun 2018, mengacu pada laporan Bank Dunia, angka inklusi keuangan kita berhenti di 49%, setiap keluar laporan baru tetap saja angkanya, tidak ada penambahan signifikan," ujar dia.
Baca Juga
Dukung QRIS dan BI Fast, Bank Saqu Meriahkan Jakcloth Ramadan
Tapi, pada laporan World Bank yang dirilis 2022, angka inklusi keuangan mengalami kenaikan menjadi 53%. "Memang jauh dari 100%, tetapi kita berangkat dari sesuatu yang stagnan, ini pencapaian yang luar biasa," ujar dia.
Pencapaian ini karena jumlah penduduk Indonesia yang besar. "Pedagang pedagang informal yang tadinya hanya mau dibayar tunai, kini terkoneksi dengan transaksi digital dan rekening uang elektronik," ujar dia.

