Soal Merger Bank MNC dan Bank Nobu, Begini Kabar Terbaru dari OJK
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan kabar terbaru terkait proses penggabungan usaha (merger) antara PT Bank MNC International Tbk (BABP) atau Bank MNC dan PT Bank Nationalnobu Tbk (NOBU) atau Bank Nobu.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengungkapkan, OJK masih mengharapkan rencana merger antara kedua bank tetap dilakukan sebagaimana komitmen sebelumnya.
"Namun perlu disadari bahwa untuk menyatukan dua bank yang memiliki karakteristik bisnis dan budaya perusahaan yang berbeda perlu dilakukan secara berhati-hati dan tidak tergesa-gesa, sehingga nantinya menghasilkan sinergi bank yang sehat serta mampu berkembang secara berkelanjutan pasca merger," ujar Dian dalam jawaban tertulis Konferensi Pers Assesmen Sektor Jasa Keuangan & Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Juli 2024, Minggu (11/8/2024).
Baca Juga
OJK: Proses Merger Bank MNC dan Bank Nobu Masih Tetap Berlanjut
Dian menjelaskan, secara individual kondisi dan kinerja Bank MNC dan Bank Nobu saat ini masih relatif baik, dengan permodalan yg sudah di atas ketentuan minimum.
"Upaya yang sudah dilakukan kedua bank berupa telah dilakukannya transaksi cross ownership antara kedua grup usaha kedua bank masing-masing sebesar 10% beberapa waktu yg lalu sebagai bagian dari langkah awalan menuju merger kedua bank," ungkap Dian.
Lebih lanjut, Dian menyebut, OJK belum atau tidak menetapkan batas waktu tertentu yang rigid tetapi tentunya akan mendiskusikan kerangka waktunya dengan manajemen dan PSP kedua bank.
Baca Juga
"Sampai dengan saat ini, kedua bank belum melaporkan arah pengembangan bisnis kedepan, namun secara individual kedua bank sudah melaporkan secara business as usual," kata Dian.
Sebagai tambahan informasi, sebelumnya OJK menargetkan merger antara kedua bank milik konglomerat Tanah Air ini akan rampung pada Agustus 2023. Di mana, Bank MNC dimiliki oleh Hary Tanoesoedibjo, sedangkan Bank Nobu dimiliki oleh James Riady. Namun, sampai saat ini proyeksi tersebut telah molor nyaris setahun lamanya dari target yang ditentukan sebelumnya.

