OJK: Perbankan Punya Ruang Besar untuk Dorong Ekonomi Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Dian Ediana Rae menyatakan, sektor perbankan yang merupakan industri besar di sektor jasa keuangan masih punya ruang pertumbuhan yang besar untuk dorong perekonomian nasional.
“Penyaluran kredit termasuk kepada pelaku UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) masih dapat terus ditingkatkan dengan adanya potensi pembiayaan prospektif pascapandemi,” ujarnya, dalam sebuah virtual seminar, Jumat (27/7/2024).
Selain itu, lanjut Dian, perkembangan teknologi informasi yang masif dalam layanan dan produk perbankan juga dapat meningkatkan aksesibilitas dan inklusivitas layanan perbankan bagi masyarakat, disamping ikut mendorong efisiensi.
“Sejalan dengan pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan sehingga perbankan diharapkan memiliki peran yang besar terhadap dukungan target net zero emission (NZE),” katanya.
Baca Juga
Melalui berbagai upaya penguatan sektor perbankan ditengah tantangan dan isu struktural, serta kompleksitas dan ketidakpastian ekonomi global, ia berharap pembaruan serangkaian kebijakan strategis dalam pengawasan dapat meningkatkan daya saing dan ketahanan perbankan nasional.
“Untuk menjaga stabilitas sektor keuangan dalam rangka mendukung perekonomian nasional yang berkelanjutan,” ucap Dian.
Sebagai informasi, industri perbankan mencatatkan kinerja positif hingga Mei 2024. Merujuk data OJK, kredit yang disalurkan tumbuh 12,15% secara tahunan menjadi Rp 7.376 triliun. Sementara dana pihak ketiga (DPK) meningkat 8,63% menjadi Rp 8.699 triliun pada Mei 2024.
Baca Juga
Sinarmas Sekuritas : IHSG Berpotensi Tembus 7.500, Dipimpin Sektor Bank dan Konsumsi
Rasio kredit bermasalah yang tercemin pada tingkat non performing loan (NPL) juga terjaga, dengan NPL gross berada di level 2,34% dan NPL net sebesar 0,79% hingga Mei 2024. Sementara loan at risk (LaR) juga menunjukan tren penurunan menjadi 10,75% pada Mei 2024, dari 11,04% pada April tahun ini.

