AFPI: Kalau Kita Enggak Punya Big Data, Bisa Jebol!
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai kehadiran big data dan artificial intellegence (AI) memiliki peran penting dalam industri fintech di masa sekarang.
Ketua AFPI, Entjik S Djafar menyebutkan, pihaknya memiliki big data yang bernama Fintech Data Center (FDC). Ini merupakan alat yang berfungsi memitigasi risiko untuk integritas dan pertumbuhan industri fintech lending P2P yang sehat.
Baca Juga
AFPI Sebut Big Data dan AI Minimalisir Kasus Pencurian Identitas untuk Pinjaman Online
Dijelaskan oleh Entjik, dengan adanya big data dan AI, pihaknya bisa mengolah hingga ribuan orang yang ingin mengajukan peminjaman ke anggota AFPI. Menurutnya, dengan teknologi ini pekerjaan bisa menjadi lebih efektif dan efisien.
“Bayangkan, di platform itu, dalam satu hari ada antara 8.000 sampai dengan 27.000 orang apply (untuk pinjam uang). Walaupun nanti success rate-nya sedikit ya, karena kita akan analisa, semua dikerjakan oleh mesin,” kata Entjik dalam acara Investortrust Power Talk bertajuk "Financial Series: Big Data & AI: Era Baru Membangun Ekosistem Perbankan Digital" di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Entjik memaparkan semua pekerjaan mulai dari apply, disburse, hingga transfer ke rekening borrower (peminjam) dilakukan oleh mesin. Ia menyebut, kapasitas mesinnya di waktu yang sama bisa memproses hingga 300.000 data sekaligus.
“Artinya apa? 300.000 dengan detik yang sama, waktu yang sama, kita mampu untuk mengolah. Tidak ada antre. Jadi 300.000 masuk, semua diproses dengan perlakuan yang sama. Begitu hebatnya,” ujarnya.
Baca Juga
Begini Peran AI dalam Pertumbuhan Industri Kecantikan Global
Lebih lanjut Entjik mengungkapkan bahwa borrower AFPI saat ini sebanyak 10,6 juta orang. Active borrower di sekitar 4 juta hingga 6 juta orang. Sedangkan pegawai yang dimiliki AFPI hanya 47 orang.
“Jadi semua dikerjakan oleh mesin, promosi juga mesin. Semua mulai dari awal sampai disburse itu mesin. Apa yang menjadi kekuatan kita? Kekuatan kita adalah big data. Kalau kita enggak punya big data, jebol,” tegas Entjik.

