Kredit Bank Raya (AGRO) Tumbuh 12,1% Capai Rp 6,8 Triliun di Semester I 2024
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencatatkan kenaikan laba 115,9% secara tahunan menjadi Rp 20 miliar di semester I 2024. Kenaikan laba anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) tersebut, salah satunya ditopang oleh tumbuhnya kredit 12,1% menjadi Rp 6,8 triliun.
Direktur Utama Bank Raya Ida Bagus Ketut Subagia mengungkapkan, pihaknya juga terus berupaya memperkuat bisnis digital. Terlihat dari penyaluran kredit digital di semester I 2024 yang mencapai Rp 8,1 triliun atau tumbuh 60,3% secara tahunan.
Sehingga mendorong pertumbuhan signifikan terhadap outstanding kredit digital Bank Raya sebesar 81,5% secara tahunan menjadi Rp 1,5 triliun pada semester I 2024.
Naiknya kredit, diikuti dengan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 5,7% secara tahunan menjadi Rp 8,7 triliun. Jika dirinci, DPK tersebut disumbang dari giro yang tumbuh 55,4% menjadi Rp 772 miliar, tabungan menjadi Rp 1,5 triliun agah naik 5,1%, serta deposito menjadi Rp 6,3 triliun atau tumbuh 1,9%.
Baca Juga
Fundamental Tangguh, Laba Bank Raya (AGRO) Meroket 115,9% di Kuartal II-2024
“Pencapaian kinerja Bank Raya yang terus bertumbuh tercermin dari rasio profitabilitas dan efisiensi Bank Raya yang terus menunjukan perbaikan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (25/7/2024).
Hal ini, lanjutnya, tercermin dari kenaikan pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) menjadi 4,31% di kuartal II tahun ini, dari periode yang sama tahun sebelumnya 3,53%. Lalu cost income ratio (CIR) menjadi 52,44% dari sebelumnya 82,95%.
Baca Juga
Bank Raya (AGRO) Incar Jutaan Komunitas lewat Fitur Saku Bareng
Ia optimistis, kenaikan laba ini memberikan prospek yang terus membaik ke depannya. Ditopang oleh kinerja yang solid melalui ekspansi bisnis, perbaikan kualitas aset, serta transformasi model bisnis dengan portofolio kredit ke digital.
“Kami terus berfokus untuk menjadi bank digital yang mampu memenuhi kebutuhan para nasabah melalui keunggulan produk kami untuk menghadirkan produk bank digital yang shorter, faster, smaller,” kata Bagus.
Sejalan dengan pertumbuhan positif di beberapa pos keuangan tersebut, katanya, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) juga terjaga. NPL gross berada di level 4,14% dan NPL net 1,80%, dari sebelumnya pada kuartal II 2023 masing-masing sebesar 4,35% dan 1,75%.

