BCA Raup Laba Bersih Rp 26,9 Triliun di Semester I 2024, Tumbuh 11,1%
JAKARTA, investortrust.id - Emiten bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA bersama entiats pada semester I 2024 membukukan laba bersih sebesar Rp 26,9 triliun. Raihan tersebut naik 11,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 24,2 triliun.
"Pertumbuhan ini ditopang ekspansi pembiayaan secara berkualitas, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan," ucap Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja dalam paparan kinerja semester I 2024, Rabu (24/7/2024).
Sebelumnya di semester I 2023, BCA membukukan kenaikan laba bersih 34% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 24,2 triliun. Perfoma positif didorong oleh kenaikan volume kredit, perbaikan kualitas pinjaman, serta peningkatan volume transaksi dan pendanaan.
Torehan tersebut bisa dikatakan gemilang di tengah kondisi ekonomi global yang masih tidak menentu.
Baca Juga
Adapun, dari sisi perolehan laba sepanjang lima bulan pertama tahun ini, BCA menjadi jawara bank dengan pertumbuhan laba doube digit mencapai sebesar 11,64% secara tahunan atau year on year (yoy) dengan nilai mencapai Rp 21,6 triliun.
Kenaikan laba BCA salah satunya ditopang oleh pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) sebesar Rp 30,99 triliun atau meningkat 6,86% secara tahunan. Pendapatan non bunganya tumbuh 8,98% ke level Rp 9,62 triliun, dimana fee based income menyumbang Rp 7,11 triliun.
Baca Juga
Jahja mengungkapkan, kredit di semester I 2024 diproyeksikan masih akan tetap tumbuh bagus dengan pertumbuhan double digit. Di sisi lain, likuiditas juga disebutnya masih memadai.
Jahja tetap optimistis, BCA dapat membukukan kinerja positif sepanjang 2024. "Di akhir tahun kredit juga diproyeksikan bisa tumbuh 10%-12%," katanya.

