Perkuat SDM, OJK Gelar Program Pendidikan Calon Staf Angkatan 7
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya memperkuat sumber daya manusia (SDM) guna menghadapi berbagai tantangan dan perkembangan di sektor jasa keuangan. Salah satunya dengan menggelar program pendidikan calon staf (PCS) angkatan 7.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, dalam proses rekrutmen pihaknya mengutamakan kualitas dari para calon peserta yang mendaftar, bukan hanya berpatokan pada kuantitas semata.
“Bukti nyatanya sebenarnya kami mengharapkan jumlah dari peserta PCS angkatan 7 ini adalah 300 orang, namun yang benar-benar diterima adalah yang sesungguhnya sesuai kriteria, parameter, dan ketentuan yang ditetapkan,” ujarnya, dalam keterangan resmi, Selasa (23/7/3024).
Baca Juga
Kementerian ESDM Gandeng OJK dan OECD Gelar Pelatihan RETScreen Expert
Sebelumnya, pada Maret lalu OJK membuka rekrutmen untuk PCS 7 yang diikuti lebih dari 52.000 peserta yang mendaftar. Hasilnya, sebanyak 261 peserta lolos dan berhasil mengikuti PCS 7.
Program ini, lanjut Mahendra, telah dilaksanakan sejak 2013 dengan jumlah peserta mencapai 2,014 peserta. Selain itu, sejak 2022 OJK telah melaksanakan program transformasi organisasi yang masif dan menyeluruh, termasuk penyesuaian struktur organisasi, pola kerja dan pemenuhan infrastruktur kerja.
“OJK telah menjadi salah satu institusi yang sudah beradaptasi dengan tuntutan perubahan itu sendiri,” katanya.
Hal ini tercermin dari komposisi pegawai OJK saat ini adalah 76,8% adalah generasi milenial dan zilenial. Selain itu pihaknya juga berupaya untuk menjadi institusi pilihan utama di pasar kerja dan tetap kompetitif terhadap industri lainnya.
Baca Juga
OJK Catat AUM Reksa Dana Berbasis ESG Tembus Rp 8,21 Triliun
Dikatakan Mahendra, pihaknya juga memiliki visi untuk menyeimbangkan kepemimpinan perempuan di dalam organisasi dan diharapkan pada 2027 bisa tercapai setidaknya 30% pemimpin OJK adalah perempuan.
“Tahun lalu total pemimpin perempuan baru mencapai 15%, dan tahun ini naik menjadi 19%. Ini sejalan dengan komposisi gender yang semakin meningkat persentase perempuannya, seperti halnya di PCS 7 yang 68% lebih adalah perempuan,” ucapnya.

