Perkuat Kolaborasi, Danamon Bertekad Jadi Grup Finansial Terkuat di Indonesia
JAKARTA, Investortrust.id— PT Bank Danamon Indonesia Tbk terus menggalang kolaborasi dengan semua anak perusahaan serta masuk dalam ekosistem Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) untuk menjadi salah satu grup finansial terkuat di Indonesia. Dengan kolaborasi yang baik, Danamon akan memiliki kemampuan lebih besar dalam ikut membangun Indonesia.
Demikian dikemukakan Presdir PT Danamon Indonesia Tbk Ejima Daisuke dalam diskusi dengan para pemimpin redaksi nasional di Jakarta, Kamis (18/07/2024). Hadir pada acara yang sama Wakil Presdir PT Danamon Indonesia Tbk Honggo Widjojanto Kangmasto, Global Alliance Strategy Director Danamon Indonesia Tbk Jin Yoshida, Presdir Home Credit Animesh Narang, Presdir Adira Dinamika Multifinance Tbk Dewa Made Susila, Country Manager & CEO Zurich Asuransi Indonesia Edhi Tjahja Negara, Vice Presdir Danamon Indonesia Tbk Hafid Hadeli, dan sejumlah pejabat puncak Danamon serta anak perusahaan.
Saat ini, Danamon Indonesia Tbk memiliki 92,07% saham PT Adira Dinamika Multifinance, 19,81% saham PT Zurich Asuransi Indonesia Tbk, dan sejumlah perusahaan dengan kepemilikan di bawah 5% seperti Home Credit. Zurich tidak hanya memiliki asuransi umum, tapi juga asuransi jiwa. Kolaborasi PT Danamon Indonesia Tbk dengan anak perusahaan akan meningkatkan jumlah nasabah, dana masyarakat, serta kredit dan pembiayaan yang diberikan untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan kapangan pekerjaan.
Sejak 29 April 2019, Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) melalui MUFG Bank menjadi pemegang saham pengendali PT Danamon Indonesia Tbk dengan kepemilikan 94%. Pembelian saham Danamon sudah dimulai sejak 2017. Ejima menjelaskan, pihaknya tidak berpolitik, melainkan berkonsentrasi di bisnis. “Kami optimistis transisi politik akan berjalan baik dan ke depan ekonomi Indonesia akan bertumbuh,” katanya.
Ekosistem MUFG Tingkatkan Kinerja Grup Danamon
Dengan masuknya MUFG, Bank Danamon segera memperkuat ekosistem finansialnya, salah satunya dengan cara masuk dalam ekosistem pembiayaan korporasi-korporasi asal Jepang yang selama ini kucuran kreditnya disediakan oleh MUFG branch Jakarta.
Baca Juga
Cocok Bagi yang Suka Travelling, Danamon Rilis Kartu Debit Danamon LEBIH PRO
“Ini yang membuat Danamon tetap tumbuh. Semua transaksi ini menghasilkan apa yang disebut transaction banking, dan Danamon bisa mengumpulkan dana murah,” kata Wakil Presdir PT Danamon Indonesia Tbk Honggo Widjojanto Kangmasto.
Langkah masuk dalam ekosistem MUFG yang kuat dalam pembiayaan korporasi ini setidaknya tak lantas membuat Danamon harus memaksakan diri menggalang dana pihak ketiga dari nasabah high net worth demi memperkuat arus kas bank.”Sebab kalau (nasabah) orang kaya, harus taruh bunganya tinggi banget, mereka mana mau rendah,” tukas Honggo.
Berikutnya soal kultur bisnis, lanjut Honggo, Danamon dan unit usaha MUFG lainnya di Indonesia mengadopsi kultur bisnis MUFG yang mengedepankan filosofi Jepang yakni simple dan humble. Sedangkan MUFG sendiri ikut menyesuaikan diri dengan kultur sosial yang ada di pasar lokal lewat Bank Danamon dan Adira.
Manfaat dari pembentukan ekosistem grup finansial di bawah bendera MUFG ini setidaknya dirasakan oleh Home Credit yang kepemilikan saham MUFG di perusahaan tidaklah dominan.
Disampaikan Presdir Home Credit Animesh Narang, perusahaan dengan penguasaan pangsa pasar 65% di Indonesia kini bisa menikmati sinergi dengan perusahaan pembiayaan Adira Finance dengan segmen pasar yang berbeda.
Baca Juga
Zurich dan Adira Finance Kolaborasi Dorong Upaya Pelestarian Habitat Mangrove di Jakarta Utara
“Jadi ini adalah peluang besar untuk kami untuk belajar dari sukses mereka (Adira), karena segmen otomotif itu bukan segmen yang mudah, itu sangat kompetitif, dan saya pikir Adira sebagai perusahaan pembiayaan independen memiliki catatan keberhasilan yang sangat kuat,” kata Animesh.
Selain dengan Adira, Home Credit pun kini bisa bersinergi dengan Zurich Asuransi Indonesia untuk proteksi asuransi bagi produk-produk yang ditawarkan Home Credit pada konsumen Indonesia. “Kami berkolaborasi dengan Zurich, kami memiliki banyak bisnis dan kami merupakan perusahaan pembiayaan terbesar untuk telepon selular di negara ini, jadi kami memiliki produk perlindungan dengan Zurich, yang tidak di-cover oleh asuransi,” ujar Animesh.
Kini dengan terbentuknya ekosistem finansial di bawah MUFG, Danamon grup secara kapitalisasi sejatinya sudah menyamai kapitalisasi bank dengan kategori KBMI IV, yang mensyaratkan permodalan intinya minimal Rp70 triliun. “Kalau digabung saya rasa kita sudah KBMI 4. Secara legal kita belum tahu (bisa dimasukkan dalam KBMI IV atau tidak, red). Tapi kalau sekarang dijumlah (seluruh modalnya) sudah KBMI IV, dan ini masalah strategi,” kata Honggo.
Ikut Biayai BUMN
Bicara komitmen MUFG di Bank Danamon dalam mendukung perekonomian Indonesia, disampaikan Wakil Presdir PT Danamon Indonesia Tbk Honggo Widjojanto Kangmasto, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan telah mendapatkan pernyataan komitmen dari MUFG saat hendak mengakuisisi Danamon.
Itu sebabnya MUFG setiap tahunnya selalu memberikan paparan kepada dua otoritas industri finansial Tanah Air tersebut, secara kongkret bentuk komitmen apa saja yang sudah dilakukan MUFG lewat Danamon pada perekonomian domestik.
Komitmen tersebut di antaranya adalah tetap memberikan dukungan kredit pada sejumlah perusahaan pelat merah nasional saat mereka membutuhkan likuiditas, khususnya saat pandemi Covid-19 merebak.
“Walaupun pada saat COVID-19, kami tetap membiayai korporasi-korporasi, dan kami malah masuk ke BUMN-BUMN. Kita biayain BUMN-BUMN pada saat krisis. Bahkan, di zaman COVID-19, kami memberikan apa yang disebut cashflow deficit financing kepada beberapa BUMN, salah satunya Jasa Marga, Angkasa Pura, dan Biofarma,” kata Honggo

