0,4% Nasabah Jiwasraya Tolak Restrukturisasi, Wamen BUMN: Sudah Ada yang Sepakat
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo angkat bicara mengenai penolakan restrukturisasi dari 0,4% nasabah Jiwasraya. Pria yang pernah menjabat sebagai dirut Bank Mandiri dan akrab disapa Tiko ini mengatakan, Kementerian BUMN sebagai salah satu pemegang saham, telah menawarkan kembali restrukturisasi.
"Sudah ada yang sepakat lagi," ujar Tiko, di Menara Danareksa, Jakarta, Jumat (29/12/2023).
Baca Juga
Tawaran Restrukturisasi Polis Jiwasraya Segera Berakhir, OC Kaligis cs Menolak atau Setuju?
Tiko mengatakan, dia bersama timnya akan terus menawarkan proses penyelesaian restrukturisasi polis hingga tuntas. Langkah ini, kata dia, dilakukan agar saat proses likuidasi Jiwasraya terjadi, sisa nasabah yang tertinggal hanya sedikit.
Seperti diberitakan sebelumnya, Holding BUMN asuransi PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Indonesia Financial Group/IFG) lewat Direktur Utamanya Hexana Tri Sasongko medio September lalu sempat menyebutkan, jumlah nasabah Jiwasraya yang menolak untuk ikut restrukturisasi masih ada sekitar 0,4% dari total nasabah dengan nilai polis sekitar Rp500 miliar.
Saat itu Hexana menyebutkan jumlah nasabah yang menolak terus berkurang, dengan angka saat itu sekitar 41% dari 0,4% nasabah setuju untuk mengikuti restrukturisasi
"Menurut saya, yang memang belum ikut itu belum paham saja mengenai recovery-nya. Recovery-nya tinggi sekali sebenarnya dengan masuk ke skema strukturisasi yaitu 60%" ujar dia.
Tiko mengatakan proses pemulihan sebesar itu didasari dari modal yang disetor pemerintah total sebesar sekitar Rp 27 triliun. "Itulah yang cukup untuk memberikan recovery sebesar 60% itu," ujar dia.
Baca Juga
Tenggat tawaran restrukturalisasi polis nasabah korban gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan berakhir pada 31 Desember 2023. Para nasabah Jiwasraya, yang jumlahnya sekitar 0,4% dari total jumlah nasabah, menganggap restrukturalisasi polis dilakukan secara sepihak dan merugikan.
Sebelumnya Hexana juga mengungkapkan bahwa restrukturisasi merupakan jalan tengah yang diambil pemerintah selaku pemegang saham Jiwasraya. Nantinya, polis nasabah yang ikut restrukturisasi akan disehatkan, dan diambil alih oleh IFG Life. “Semuanya diharapkan mengikuti restru, ini itikad baik pemerintah," kata Hexana saat ditemui awak media usai peluncuran kerja sama antara IFG Life dengan Bank BTN di Jakarta, Rabu, (6/9/2023).

