Bima Multi Finance Putuskan Pembubaran Perusahaan
JAKARTA, investortrust.id - PT Bima Multi Finance secara resmi mengumumkan pembubaran perusahaan. Hal ini sesuai dengan hasil dari rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang digelar pada akhir Juni 2024 kemarin.
“Berdasarkan keputusan RUPSLB tanggal 28 Juni 2024, pemegang saham PT Bima Multi Finance telah memutuskan untuk melakukan pembubaran perseroan,” tulis tim likuidator dalam pengumuman pembubaran, Jumat (12/7/2024).
Selanjutnya, dalam pengumuman tersebut juga disebutkan, menunjuk Soni Sonjaya dan Eko Sulistiyanto EB sebagai likuidator perseroan.
”Sehubungan dengan hal tersebut, perseroan akan menyelesaikan segenap hak dan kewajiban, baik kepada konsumen atau debitur maupun kepada kreditur,” tulis pengumuman tersebut.
Bagi konsumen yang ingin melakukan penyelesaian pembiayaan dipercepat, diimbau langsung menghubungi perusahaan via telpon maupun email sebelum 25 Juli 2024.
Baca Juga
Porsi Kredit ke UMKM Baru 7,3%, BI: Inovasi Pembiayaan Digital Solusinya
Sementara, bagi para kreditur atau pihak-pihak yang memiliki hak tagih terhadap perusahaan, bisa menyampaikan tagihannya yang didukung dengan bukti yang cukup paling lambat 60 hari sejak tanggal pengumuman ini.
”Seluruh langkah pembubaran perseroan akan dijalankan merujuk pada ketentuan yang diatur dalam UU perseroan terbatas,” ucap tim likuidator.
Merujuk laporan keuangan publikasi di website resminya per 2023, nilai pembiayaan khususnya untuk kendaraan bermotor turun 11,03% dari Rp 478,72 miliar di 2022 menjadi Rp 426,02 miliar di tahun lalu. Begitupula dengan jumlah kontrak baru kendaraan yang merosot 12,23% menjadi 71.095 unit.
Baca Juga
OJK Catat Piutang Pembiayaan Multifinance Tumbuh 11,21% Jadi Rp 490,69 Triliun pada Mei 2024
Pendapatan dan laba tahun berjalan juga mencatatkan penurunan masing-masing -8,56% dan -40,15% menjadi masing-masing Rp 176,69 miliar dan Rp 12,27 miliar di tahun lalu.
Dari sisi ekuitas tumbuh 9% secara tahunan, walaupun nilainya masih negatif Rp 137,02 miliar di tahun lalu. Liabilitasnya terkontraksi 10% menjadi Rp 358,90 miliar, lalu total asetnya pun sama -11% menjadi Rp 221,88 miliar di 2023.

