Inilah 18 Bank Terbaik 2024, Versi Investortrust.id
JAKARTA, Investortrust.id - Di tengah sejumlah tantangan yang dihadapi industri perbankan Tanah Air, baik tantangan domestik maupun tantangan eksternal secara global, sebanyak 18 bank umum nasional terpilih menjadi Best Bank 2024, atau Bank Terbaik Tahun 2024 versi Investortrust.id. Bank-bank tersebut berhasil menjadi yang terbaik setelah lolos seleksi awal dan unggul dalam tahap pemeringkatan berdasarkan pengelompokan modal inti. Tiap kelompok ditetapkan tiga bank terbaik.
Di luar 18 bank terbaik berdasarkan modal inti, penghargaan khusus juga diberikan kepada dua bank yang dinilai memiliki kelebihan dalam pengungkapan laporan Environment, Social and Governance (ESG). Salah satu bank penerima penghargaan khusus, juga merupakan penerima penghargaan bank terbaik di salah satu kategori penilaian. Sehingga secara total terdapat 19 bank yang menerima penghargaan Bank Terbaik 2024 dari Investortrust.id.
Pada tahun ini Investortrust menggelar pemberian penghargaan bank terbaik dengan tema “Balancing Bank Performance & Sustainability Readiness Toward 2030,” dengan proses penilaian diperkuat oleh tim juri dengan ketua Soebowo Musa, dan anggota tim juri terdiri atas Hans Kwee Co-Founder PasarDana/Center of Applied Finance and Economics Study (CAFÉ) Universitas Atma Jaya, Ketua Kadin untuk Portugal dan Spanyol yang juga seorang konsultan bisnis ritel Irman Zahiruddin, serta CEO PT Investortrust Indonesia Sejahtera (Investortrust.id) Primus Dorimulu.
Ketua Dewan Juri Soebowo Musa berpendapat, saat ini industri perbankan nasional tengah dihadapkan pada tantangan yang tak ringan, dari persoalan belum pulih sepenuhnya perekonomian nasional pascacovid-19, tingkat permodalan sejumlah bank di kelompok tertentu yang masih menjadi ganjalan. Di sisi lain bank juga dituntut untuk bergerak maju ke arah industri yang berkelanjutan serta pembiayaan yang bersifat green financing.
“Sementara itu di level global, tantangan lainnya berupa meningkatnya eskalasi geopolitik global yang mengganggu supply chain industri, serta tingkat suku bunga tinggi yang memiliki kecenderungan higher for longer,”ujar Soebowo.
Sejumlah tantangan inilah yang mendorong tim juri menggelar penghargaan tahun ini dengan tema “Balancing Bank Performance & Sustainability Readiness Toward 2030”. Disampaikan Subowo, tema tersebut menggambarkan upaya industri perbankan dalam mengharmonisasikan kinerjanya, sekaligus menyiapkan diri dalam penerapan Konsep Keberlanjutan di tahun 2030, sesuai dengan agenda perbankan internasional yang akan menerapkan green/sustainable financing pada tahun 2030.
“Jadi perbankan kita harusnya juga sudah siap untuk ikut bergabung dengan industri perbankan internasional dalam menerapkan green/sustainable financing pada 2030, di tengah sejumlah tantangan yang masih melingkupi industri,” kata Soebowo Musa.
Sementara itu Primus Dorimulu selaku CEO PT Investortrust Indonesia Sejahtera (Investortrust.id) menyampaikan bahwa digelarnya ajang penghargaan Best Bank 2024 oleh Investortrust.id merupakan upaya untuk mendorong industri perbankan untuk terus berkinerja baik kendati masih harus menghadapi sejumlah tantangan.
“Ajang Best Bank 2024 oleh Investortrust juga diharapkan bisa memberikan semacam dorongan positif dan motivasi bagi para bankir agar menjaga kinerja bank untuk tetap memberikan pelumas bagi pembangunan nasional lewat kreditnya, namun di sisi lain juga mampu bergerak ke arah sustainable financing,” ujar Primus Dorimulu.
18 Bank Terbaik
Sebanyak 18 bank dinyatakan sebagai bank terbaik berdasarkan kategori modal inti. Pada Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) di atas Rp 70 Triliun atau KBMI IV, tiga bank yang berhak menyandang gelar terbaik adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Central Asia Tbk, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Selanjutnya pada Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti antara Rp 14 triliun - Rp 70 triliun atau KBMI III, jajaran bank terbaik diisi oleh PT Bank Mizuho Indonesia, PT Bank Mega Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk.
Pada Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti antara Rp 6 triliun - Rp 14 triliun atau KBMI II, mereka yang terbaik adalah PT Bank ANZ Indonesia, lalu PT Allo Bank Indonesia Tbk dan PT Bank DBS Indonesia.
Sementara pada Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti di bawah Rp 6 triliun atau KBMI !, mereka yang menyandang predikat terbaik adalah PT Bank Mandiri Taspen, PT Krom Bank Indonesia Tbk, dan PT Bank Hibank Indonesia Tbk.
Pada kelompok Bank Pembangunan Daerah, kategori dibagi menjadi dua, yakni KBMI II dan KBMI I.
Pada kelompok BPD KBMI II, ketiga bank terbaik adalah PT BPD Jawa Timur Tbk, PT Bank DKI, dan PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Sedangkan di BPD KBMI I, ketiga bank terbaik adalah PT BPD Sulawesi Tenggara, PT BPD Bali, dan PT BPD Sulawesi Tengah.
Adapun Special Award atau penghargaan khusus diberikan kepada PT Bank Rakyat Indonesia Tbk di kategori bank umum, sementara PT Bank Jabar Banten Tbk (bjb) diberikan untuk kategori Bank Pembangunan Daerah Keduanya diberikan penghargaan khusus karena pengungkapan ESG yang baik, berdasarkan hasil penilaian oleh Bumi Global Karbon atas laporan keberlanjutan tahun 2022.
Proses Seleksi
Tim Juri dalam menerapkan kriteria pemeringkatan menggunakan dasar laporan keuangan tahun 2023. Pada seleksi awal, tim juri menetapkan 7 (tujuh) syarat berupa laporan keuangan yang tidakdalam posisi disclaimer, CAR minimal 8%, Laba Operasional 2023 dalam kondisi positif, Laba Bersih 2023 positif, Aset tahun 2023 minimal Rp 1 triliun, tidak terkena sanksi otoritas, dan tidak dalam proses merger/akuisisi.
Begitu lolos seleksi, bank juga akan disaring kembali dengan 12 (duabelas) kriteria pemeringkatan di antaranya CAR (Capital Adequacy Ratio) 2023, NPL Gross (Non Performing Loan) 2023, ROA (Return on Asset) 2023, ROE (Return on Equity) 2023, NIM (Net Interest Margin) 2023, BOPO (Beban Operasional Pendapatan Operasional) 2023, lalu tingkat LDR (Loan to Deposit Ratio) 2023, serta pertumbuhan kredit 1 tahun, dan pertumbuhan pendapatan Bunga Bersih 1 tahun.
Pada seleksi awal, sebanyak 106 bank tercatat diikutsertakan dalam proses ini. Namun sebanyak 20 bank harus dikecualikan, yakni 7 bank asing, 10 bank umum syariah, dan BPD syariah. Pengecualian ini dilakukan agar penilaian tetap fair dan setara. Sehingga pada akhirnya hanya sebanyak 86 bank yang diikutsertakan dalam penilaian pemeringkatan.

