BPJS Ketenagakerjaan Catat Jumlah Kepesertaan Pekerja Migran Naik 25,26% pada Mei 2024
JAKARTA, investortrust.id - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan mencatat jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi peserta program jaminan sosial tenaga kerja (Jamsostek) mencapai 592.392 peserta hingga Mei 2024 atau naik 25,26% secara tahunan.
Menurut Presiden Direktur BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo, jumlah kepesertaan PMI saat ini naik signifikan, bahkan tumbuh hingga 151% sejak tahun 2021. Di mana pada 2021, jumlah kepesertaan PMI hanya 235.637 peserta menjadi 592.392 peserta hingga Mei 2024.
“Jadi sudah hampir 600.000, naik hampir dua setengah kali lipat,” katanya, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IX DPR RI, di Komplek Parlemen, Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Baca Juga
BPJS Ketenagakerjaan Perkirakan Klaim hingga Akhir Tahun Ini Capai Rp 54 Triliun
Tren kenaikan kepesertaan ini, lanjut Anggoro, memang telah terjadi setidaknya sejak 2022. Di tahun itu, jumlah peserta mencapai 333.163 peserta atau naik 41,38% dibanding 2021. Tren berlanjut di 2023 di mana kepesertaan naik 41,95% menjadi 472.934 peserta.
Anggoro merinci, dari jumlah PMI yang tercatat sebanyak 592.932 tersebut, paling banyak tersebar di lima negara, yakni Taiwan, Malaysia, Hong Kong, Korea Selatan dan Jepang.
Taiwan masih menjadi negara tujuan terbesar para PMI, dengan jumlah kepesertaan mencapai 216.738 peserta. Diikuti Malaysia sebanyak 176.278 peserta dan Hong Kong 68.216 peserta.
Baca Juga
“Korea Selatan dan Jepang melengkapi lima besar negara dengan masing-masing jumlah peserta 27.268 peserta dan 25.151 peserta,” kata Anggoro.

