Singapura Jadi Negara dengan Tingkat Adopsi Asuransi Siber Tertinggi di Dunia
JAKARTA, investortrust.id - Dalam survei terbaru yang diluncurkan perusahaan hardware, software, dan keamanan siber, Sophos, Singapura menunjukkan tingkat adopsi asuransi siber tertinggi yaitu 96%, dengan tingkat adopsi kebijakan mandiri sekitar 68%.
Melansir InsuranceAsia, Jumat (28/6/2024) negara lain di kawasan yang disertakan dalam survei adalah India dan Jepang dengan tingkat adopsi masing-masing sebesar 96% dan 87%.
Hampir setiap organisasi yang tengah berupaya meningkatkan pertahanan sibernya melaporkan jika hadirnya asuransi siber berdampak positif terhadap bisnis mereka.
Baca Juga
Karena Faktor Ini, Industri Asuransi Jiwa di Jepang Hadapi Risiko yang Terukur
Menurut Direktur Global Field CTO Sophos, Chester Wisniewski, sekitar 76% responden menyatakan bahwa investasi yang dilakukan pada pertahanan siber memungkinkan mereka mendapatkan perlindungan asuransi yang sebelumnya tak didapatkan.
“Hal ini membuat perbedaan dan memiliki dampak yang lebih luas dan positif terhadap perusahaan mereka secara keseluruhan,” ujarnya.
Meski asuransi siber bermanfaat bagi perusahaan, lanjut Chester, ini adalah salah satu dari berbagai strategi mitigasi risiko yang efektif. Perusahaan masih perlu untuk memperkuat pertahanan sibernya lebih jauh lagi.
Baca Juga
Prudential Harap Aturan Turunan UU Perlindungan Data Pribadi untuk Asuransi Segera Terbit
”Serangan siber dapat berdampak besar bagi perusahaan, baik dari sudut pandang operasional maupun reputasi, dan memiliki asuransi siber tidak akan merubah hal tersebut. Asuransi siber tidak akan menghilangkan serangan ransomware, namun hal ini bisa menjadi bagian dari solusi,” ucap Chester.

