BI Diprediksi Baru akan Turunkan Suku Bunga di Awal Tahun 2025
JAKARTA, investortrust.id - Co-Founder PasarDana sekaligus Center of Applied Finance and Economics Study (CAFE) Universitas Atma Jaya, Hans Kwee memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mulai menurunkan suku bunganya pada awal tahun 2025 mendatang.
Untuk diketahui, pada April 2024 lalu, BI memutuskan untuk menaikkan BI rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%. Di mana, suku bunga BI tersebut merupakan yang tertinggi sejak tahun 2016.
Kemudian pada Juni 2024, BI menetapkan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau Bank Indonesia 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di angka 6,25%
"BI mungkin menurunkan di tahun depan, prediksinya di kuartal I bunga turun 25 bps," ujar Hans saat dihubungi investortrust.id, Rabu (26/6/2024).
Hans menjelaskan, kunci dari penurunan suku bunga BI ini terkait erat dengan kurs rupiah. Menurutnya, jika rupiah menguat di Rp 15.800-an per dolar AS, maka BI akan segera menurunkan suku bunganya.
"Kuncinya di rupiah. Kalau rupiah menguat di 15.800-an mungkin BI turunkan bunga tahun depan," kata Hans.
Di sisi lain, Hans membeberkan, bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunganya pada akhir akhir tahun ini, yakni di Desember 2024.
"The Fed mungkin menurunkan di September atau Desember. Tapi lebih besar peluang di Desember," ungkap Hans.
Sebelumnya diberitakan investortrust.id, Hans memperkirakan The Fed hanya akan menurunkan suku bunganya sebanyak satu kali pada tahun ini. Perkiraan itu disampaikan Hans dalam acara Rapat II Juri Bank Terbaik 2024 yang bertajuk "Balancing Bank Performance & Sustainability Readiness Toward 2030" di Kantor investortrust.id, Gedung The Convergence Indonesia, Jakarta Selatan, Senin (24/6/2024).
"Sepertinya dot plot dia (The Fed) di Desember. Kalau pasar di September. Pasar dua kali, dot plot The Fed yang baru keluar kemarin di Desember. Makanya pasarnya melemah. The Fed ngomong, dia baru akan menurunkan bunga itu sekali, kemungkinan Desember," ujar Hans.
Lebih lanjut, saat disinggung mengenai apakah The Fed mau mengambil risiko menurunkan suku bunga pada saat Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS), Hans membeberkan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu faktor X-nya.
"Kalau Joe Biden harusnya paksa The Fed menurunkan di September," pungkas Hans.
Sebagai informasi, Pilpres AS akan digelar pada November 2024 mendatang. Di mana, Presiden AS saat ini Joe Biden dan Presiden AS ke-45 Donald Trump bakal bertarung lagi untuk kedua kalinya dalam Pilpres.

