Pasar Pembiayaan Mobil Baru Lesu, CNAF Fokus ke Dua Segmen Ini
JAKARTA, investortrust.id - Pasar otomotif nasional saat ini dinilai kurang bergairah. Penjualan mobil baru yang diharapkan bisa lebih tinggi dibanding tahun lalu, nyatanya proyeksi ini tidak terjadi. Sejumlah perusahaan pembiayaan saat ini harus putar otak untuk tetap bisa menorehkan pertumbuhan bisnis, salah satunya PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) yang fokus pada pembiayaan mobil bekas dan dana tunai.
“Jadi pada saat market lesu, khususnya pada pembiayaan mobil baru, kita coba mengalihkan opportunity lain, yakni ke pembiayaan mobil bekas dan pembiayaan dana tunai,” ujar Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, di Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Hal ini dilakukan CNAF seiring dengan permintaan akan pembiayaan mobil bekas yang terus meningkat di masyarakat. Terbukti dari data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per April 2024 yang menunjukan permintaan kredit mobil bekas melesat 25,82% secara tahunan, sementara untuk pembiayaan mobil baru hanya naik 10%.
Baca Juga
“Itu sebagian dari mitigasi yang dilakukan CNAF, dan yang dilakukan industri ini sendiri. Kita coba mengalihkan produknya terhadap demand yang masih cukup lumayan terbuka dengan portofolio dan return yang sehat,” kata Ristiawan.
Dikatakan dia, melemahnya permintaan pembiayaan mobil baru beberapa di antaranya disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat dan kondisi ketidakpastian geopolitik yang berdampak pada perekonomian nasional.
“Sehingga bagaimana memitigasi antara kebutuhan (kendaraan) dan kemampuan (konsumen), mobil bekas bisa menjadi salah satu alternatif. Karena memang pertumbuhan mobil bekas secara signifikan lebih tinggi dibanding mobil baru,” ucap Ristiawan.
Menurut Ristiawan, upaya yang dilakukan CNAF ini juga diikuti oleh perusahaan-perusahaan pembiayaan lain sebagai langkah mitigasi atas kurang bergairahnya permintaan pembiayaan mobil baru.
“Pembiayaan mobil bekas ini juga jadi penopang pertumbuhan CNAF yang sampai dengan saat ini bisa tumbuh dari sisi booking (tumbuh) diatas 25%,” katanya.

