BNI Life Borong Penghargaan di Best Unit Link Awards 2024, Ini Rahasianya
JAKARTA, Investortrust.id - BNI Life menyabet sejumlah penghargaan di acara Best Unit Link Awards 2024. Di antaranya adalah Unit Link Kategori Campuran dan Unit Link Kategori Pendapatan tetap.
Menanggapi kesuksesan tersebut, Plt Direktur Utama BNI Life, Eben Eser Nainggolan mengungkapkan, tahun 2023 merupakan tahun yang penuh tantangan. Namun, BNI Life mampu bertahan hingga akhirnya mampu mencetak pertumbuhan premi 7%.
“Tahun 2023 itu tahun yang sangat challenging, di mana-mana kalau kita lihat terjadi kontraksi pertumbuhan secara umum premi asuransi di Indonesia, itu sekitar - 7,99%. Tapi pada saat bersamaan BNI Life bisa tumbuh dengan bagus. Kita tumbuh sekitar 7%,” kata Eben Eser di acara Best Unit Link Awards 2024, Rabu (28/2/2024). Di tahun ini pihaknya berharap premi unit link BNI Life bisa bertumbuh 4,4%
“Tentu penempatan-penempatan portfolio investasi menjadi suatu pertimbangan yang kami benar-benar perhitungkan di tahun 2023. Kalau di unit link ini memang kita ada beberapa (alokasi) portfolio yang kami miliki, baik itu mutual fund, kita juga punya government bond maupun corporate bond, dan juga penempatan dalam equity atau saham,” jelas dia.
Baca Juga
BNI Life Sebut OJK Berperan Penting Kembalikan Kepercayaan Publik pada Unit Link
Lebih lanjut Eben Eser mengungkapkan faktor lainnya yang mempengaruhi kinerja hasil investasi BNI Life di 2023 adalah alokasi pada saham, menyusul membaiknya kinerja IHSG di tahun lalu hingga akhir tahun.
Kendati demikian, Eben Eser tidak memungkiri bahwa secara umum BNI Life masih lebih banyak didominasi oleh produk-produk non-unit link atau produk tradisional, yang porsinya mencapai hampir 70%. Sedangkan yang unit link sekitar 30%.
“Secara portfolio investasi, kita memang karena lebih dominan produk-produk non-unit link,” ujarnya.
Sementara itu penempatan protfolio investasi produk unit link yang dilansir BNI Life sebagian besar atau 65% ditempatkan di obligasi. Dari 65% obligasi dijadikan sasaran alokasi, didominasi atau 90% ditempatkan pada government bond atau SUN. “Sisanya itu kita tempatkan di corporate bond,” ungkap Eben Eser.
Alokasi pada corporate bond pun ditetapkan dengan menggunakan pertimbangan rating corporate bond terkait, yang sebagian besar memiliki peringkat AAA. Ia menyebut perusahaan bisa mendapat return yang bagus karena mereka menempatkannya di portfolio yang bagus.

