Tahun Ini, Premi Asuransi Umum di Vietnam Diproyeksi Naik 12% Tembus Rp 50,7 triliun
JAKARTA, investortrust.id - Industri asuransi umum di Vietnam diperkirakan akan mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 12% di tahun ini menjadi VND 79,70 triliun atau setara Rp 50,75 triliun. Seiring dengan sejumlah perusahaan asuransi yang menorehkan pertumbuhan positif di kuartal I 2024.
Melansir Vietnam News, Jumat (7/6/2024), perusahaan asuransi umum seperti Vietnam Aviation Insurance JSC (AIC) mencatatkan pendapatan sebesar VND 500 miliar atau Rp 318,30 miliar di kuartal I 2024, naik 14,68% dibanding periode yang sama tahun lalu yaitu VND 436 miliar atau Rp 277,47 miliar. Laba sebelum pajaknya meningkat lebih dari 50% menjadi VND 10,4 miliar atau Rp 6,62 miliar. Meningkatnya pendapatan dan laba AIC, didorong oleh restrukturisasi portofolio investasi mereka.
Perusahaan lainnya yaitu PVI Holdings (PVI) juga mencatatkan kenaikan laba sebelum pajak sebesar 40,4% secara tahunan menjadi VND 446 miliar atau Rp 283,94 miliar di kuartal I tahun ini. Lalu laba sebelum pajak Bao Long Insurance Corporation (BLI) juga naik 41,5% menjadi VND 43,4 miliar atau Rp 27,67 miliar.
Baca Juga
Perusahaan Asuransi Jepang Fukoku Life Catat Penurunan Premi 6,6% Jadi Rp 51 Triliun
Adapula BIDV Insurance Corporation (BIC) yang meraih laba sebelum pajak sekitar VND 148 miliar atau Rp 94,38 miliar atau tumbuh 49% secara tahunan. Hal ini didorong oleh peningkatan pendapatan bisnis asuransi sebesar 23,3% dan pendapatan aktivitas keuangan naik 50,6%.
Meski begitu, ada sejumlah perusahaan yang justru mengalami penurunan kinerja. Misalnya Vietnam National Reinsurance Corporation (VNR) yang mencatatkan penurunan laba secara signifikan yaitu -25,3% secara tahunan menjadi VND 177 miliar atau Rp 112,73 miliar.
Walau VNR mampu mencetak laba bersih sebesar 7,8% dari asuransi, biaya operasional yang sangat tinggi dan terbatasnya aktivitas keuangan yang dilakukan, turut mendorong penurunan profitabilitas.
Baca Juga
Swiss Re Imbau Industri Asuransi Global Harus Atasi Kerugian Akibat Bencana Alam
Hal yang sama juga terjadi di Agriculture Bank Insurance Joint Stock Corporation (ABI) dan Bao Minh Insurance Corporation (BMI) yang mencatatkan penurunan laba sebelum pajak masing-masing sebesar 2,2% dan 1%. Hal ini diakibatkan karena meningkatnya biaya yang telah melampaui pertumbuhan pendapatan.
Terlepas dari itu, merujuk data dari FiinProX menunjukan pada awal Mei 2024, laba industri asuransi di Vietnam meningkat sebesar 21,1%. Sementara, Mirae Asset Vietnam Securities (MASVN) mencatat jika saham industri asuransi memang dikenal dengan pertumbuhannya yang stabil dan konsisten, dan dianggap sebagai investasi yang relatif aman.
