Tantangan Kian Beragam, Penguatan BPR Dinilai Mendesak
JAKARTA, investortrust.id - Co-Founder Pasardana sekaligus Center of Applied Economics Study (CAFE) Universitas Atma Jaya, Hans Kwee menyebut jika bank perekonomian rakyat (BPR) saat ini menghadapi masa yang menantang. Oleh karena itu BPR yang sebelumnya kepanjangan dari bank perkreditan rakyat ini perlu diperkuat.
Menurutnya, tantangan yang dihadapi industri rural bank sangat beragam. Mulai dari sebaran yang begitu luas, karena BPR memiliki besaran aset yang beragam mulai dari miliaran hingga triliunan rupiah. Selain itu, dalam memberikan kredit, masih banyak BPR yang tidak mensyaratkan agunan.
Sehingga, jika debitur mengalami kesulitan dalam membayar karena satu dan lain hal, akan menimbulkan persoalan bagi BPR itu sendiri. Lalu, tantangan lainnya, yakni terkait potensi fraud yang pada akhirnya dapat menutup BPR itu sendiri.
“Itu yang menyebabkan industri BPR ini sangat challenging. Jadi kalau ada yang tutup di sana memang agak susah karena mereka terlalu lebar,” ujar Hans Kwee di Kantor Investortrust.id, The Convergence Indonesia, Jakarta, Senin (27/5/2024).
Baca Juga
Devoteam dan Google Cloud Genjot Digitalisasi BPR di Indonesia
Dengan berbagai tantangan yang dihadapi, lanjut Hans, industri BPR tentunya perlu diperkuat. Ia mengapresiasi langkah yang diambil oleh Perhimpunan Bank Perekonomian Rakyat Indonesia (Perbarindo) yang meluncurkan aplikasi BPR e-cash dan BPR Digi .
“Artinya menurut saya BPR ini harus diperkuat seperti rencana mereka bikin aplikasi digital bersama, supaya duit masuk itu dia bisa langsung input sistem,” katanya.
Baca Juga
OJK Kembali Cabut Izin Usaha, Kali Ini Menimpa BPR Bank Jepara Artha
Sebagai informasi, BPR Digi merupakan produk layanan digital berbasis rekening (number of account) yang memberikan kemudahan akses informasi dan berbagai layanan transaksi kepada nasabah BPR. Cukup hanya menggunakan ponsel dan koneksi internet, tanpa harus datang ke kantor BPR.
Sementara BPR e-cash adalah sebuah aplikasi uang elektronik berbasis ponsel yang dapat diunduh oleh smartphone dan memungkinkan pengguna untuk melakukan transaksi pembayaran, pembelian dan pengiriman uang.

