Harga Emas Kembali Bangkit Pasca Tren Negatif di Pekan Lalu
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas kembali ke jalur positif setelah mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut. Saat ini harga emas beralih ke harga US$ 2.339. Pergerakan harga emas yang cenderung berubah-ubah ini disebabkan kondisi geopolitik yang sedang terjadi, kondisi perekonomian AS, hingga perubahan jumlah permintaan pada emas.
Menilai dari sisi teknis, menurut riset ICDX, Senin (27/5/2024) harga emas berpotensi menemui resistance terdekat pada level US$ 2.383. Namun apabila menemui katalis negatif maka harga emas berpotensi menemui support terdekat pada level US$ 2.301.
Untuk informasi, sejumlah data ekonomi AS yang kuat dan melebihi ekspektasi berdampak buruk pada harga emas pada Kamis pekan lalu. Data awal Indeks Manajer Pembelian (PMI) AS untuk bulan Mei naik diatas perkiraan. Index PMI terutama di sektor jasa dianggap sebagai kontributor utama tingginya inflasi, hal ini telah menurunkan spekulasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan menerapkan kebijakan pemotongan suku bunga.
Baca Juga
Emas Antam Naik Rp 2.000 per Gram Senin Pagi, Ini Harga Lengkapnya
Hal ini berdampak negatif bagi emas yang tidak memberikan imbal hasil karena meningkatkan opportunity cost untuk memegang logam mulia tersebut.
Tidak banyak data yang meningkatkan optimisme investor terhadap pelonggaran kebijakan Fed, namun revisi ke bawah pada bulan Maret mengenai pembelian durable goods telah membebani dolar AS, ditambah jatuhnya imbal hasil Treasury AS mendukung pemulihan emas setelah mencapai titik terendah. Treasury AS bertenor 10 tahun memberikan imbal hasil sebesar 4,461%, turun satu setengah basis poin.
Baca Juga
Di Tengah Sikap Hawkish The Fed, Harga Emas Kokoh di Level Tinggi
Sementara itu, berita mengenai Tiongkok yang memulai hari kedua latihan perang di sekitar Taiwan, serta keputusan Irlandia, Norwegia, dan Spanyol yang mengakui negara Palestina merdeka, telah meningkatkan ketegangan geopolitik dan berdampak pada pasar, sehingga membantu mendorong permintaan emas.
Dari sisi permintaan sendiri, harga emas yang relatif tinggi menurunkan permintaan atas emas ke India sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia, para pelanggan ritel lebih memilih untuk menukarkan perhiasan lama dengan produk baru.
