Swiss Re Institute Prediksi Penerapan AI pada Asuransi Kesehatan akan Berdampak Positif
JAKARTA, investortrust.id - Dalam laporan terbarunya, Swiss Re Institute memperkirakan sektor kesehatan dan farmasi global akan merasakan dampak secara signifikan dari penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Hal yang sama juga akan dirasakan oleh perusahaan asuransi yang menangani kesehatan.
Melansir InsuranceAsia, Senin (27/5/2024), Chief Research & Sustainability Officer Swiss Re, Christoph Nabholz mengatakan, meski saat ini teknologi paling banyak diterapkan pada perusahaan teknologi informasi (TI), namun seiring berjalannya waktu juga akan diimplementasikan di lini kesehatan.
“Oleh karena itu, perusahaan asuransi perlu mulai memperkenalkan teknologi perlindungan khusus untuk mengantisipasi kinerja AI yang tidak berjalan dengan semestinya,” ujarnya.
Baca Juga
2024, Industri Asuransi Thailand Diprediksi Cetak Premi US$ 27 Miliar
Penerapan AI di sektor kesehatan, lanjut Nabholz, ditujukan untuk menyederhanakan tugas-tugas administrasi, pemantauan pasien, diagnosis, dan pengembangan obat. Namun hal ini juga diimbangi dengan risiko yang meningkat.
“Algoritme AI yang cacat atau bias dapat menyebabkan kesalahan diagnosis yang mengakibatkan penyakit parah, bahkan hingga hilangnya nyawa,” katanya.
Baca Juga
ROI Industri Turun, Asuransi China Mulai Lirik Investasi Alternatif
Sementara itu, Group Chief Digital & Technology Officer Swiss Re, Pravian Ladva mengungkapkan, industri asuransi perlu mengantisipasi risiko ini demi membangun kepercayaan nasabah untuk memanfaatkan potensi manfaat dari teknologi tersebut.
“Mengingat perannya sebagai peredam kejut, industri asuransi mempunyai peran penting dalam mengatasi permasalahan terkait AI,” ujar Ladva.
Lebih lanjut, perusahaan asuransi perlu memperkenalkan produk tertentu yang telah menerapkan AI, khususnya untuk mengantisipasi risiko kinerja. Selain itu ada potensi besar untuk perluasan di bidang ini.
”Risiko siber dengan paparan AI juga berpotensi menghadirkan jenis perlindungan asuransi baru. Selain itu, perusahaan asuransi juga perlu memantau lini tertentu seperti property and liability atas kerugian yang disebabkan oleh kegagalan AI,” ungkap Ladva.

