BSI Terbitkan Sukuk ESG Pertama di Indonesia, Tawarkan Imbal Hasil hingga 7,20%
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menerbitkan instrumen ESG (enviromental, social, governance) sukuk pertama di Indonesia berupa Sustainability Sukuk BSI atau Sukuk Mudharabah Keberlanjutan.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, pada tahap pertama, emiten bank kode BRIS itu telah mendapatkan ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui POJK No. 18 Tahun 2023 untuk menerbitkan sukuk sebanyak-banyaknya sebesar Rp 3 triliun.
Sustainability Sukuk dalam mata uang Rupiah ini ditawarkan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) dan diharapkan dapat memberikan kisaran imbal hasil 6,40%-7,20% untuk jangka waktu 1 tahun, 2 tahun, dan 3 tahun.
“Kehadiran Sukuk Sustainability ini merupakan inovasi yang dapat memperkaya instrumen keuangan syariah di Indonesia,’’ ujar Hery dalam acara Public Expose Sukuk Sustainability BSI di Jakarta, Rabu (15/5/2024).
Adapun kata Hery, efek syariah dengan aset (kegiatan usaha) yang menjadi dasar (underlying sukuk) ini adalah pembiayaan dengan kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS).
Lebih lanjut, Hery menyebut, inovasi ini terkategori instrumen yang mengedepankan keberlanjutan ekonomi sekaligus kontribusi BSI pada upaya mitigasi perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan ekonomi hijau, serta senantiasa memberikan manfaat kepada umat.
"Komitmen BSI untuk menghadirkan solusi bagi masyarakat luas kami buktikan dalam pengembangan variasi produk dan solusi yang inovatif serta pendalaman pasar di pasar keuangan syariah yang pada saat ini memang terlalu dalam. Mudah-mudahan dengan inisiatif ini juga ikut menyemarakan instrumen-instrumen pasar modal syariah di Indonesia," jelasnya.
BSI melihat pasar obligasi hijau global dalam beberapa tahun terakhir berkembang pesat dan membaca peluang untuk turut mengembangkan instrumen baru tersebut untuk membiayai proyek-proyek keberlanjutan melalui penerbitan Sukuk Sustainability.
Di dalamnya BSI juga akan mengatur pengelolaan dan penggunaan dana, evaluasi dan seleksi proyek serta pengelolaan hasil dan mekanisme pelaporannya.
Hery mengaku bangga BSI sebagai bank syariah terbesar mempelopori penerbitan sukuk sustainability di Indonesia. Sukuk Sustainability menggabungkan kegiatan usaha ramah lingkungan dan berwawasan sosial sehingga mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus dapat mendorong pencapaian target kontribusi pembiayaan berkelanjutan yang ditentukan secara nasional.
"Sustainability Sukuk BSI tahun 2024 ini akan menjadi milestone baru bagi BSI dalam pasar modal syariah tentunya," ungkapnya.
Di sisi lain, Hery bersama pihaknya pun berharap Sukuk ESG dapat diserap investor institusi dan ritel termasuk kalangan muda termasuk Gen-Z.
‘’Instrumen ini dapat dimiliki mulai dari Rp 5 juta per unit sehingga terjangkau oleh kaum muda yang baru belajar investasi,’’ katanya.
Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per September 2023, menunjukkan saat ini investor pasar modal di Indonesia didominasi oleh milenial dan gen Z dengan usia 30 tahun ke bawah dan 31-40 tahun dengan jumlah mencapai lebih dari 80%.
Per posisi Maret 2024, portofolio pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp 59,19 triliun yang terbagi atas kategori KUBL sebesar Rp 12,57 triliun dan KUBS sebesar Rp 46,62 triliun.
Sebagai informasi, untuk jadwal penerbitan sukuk ini, masa penawaran awal akan dilakukan pada 15 Mei 2024 hingga 30 Mei 2024. Kemudian, periode penawaran umum akan dilangsungkan pada 11 Juni 2024 hingga 12 Juni 2024.

