OCBC Singapura Tawarkan Rp 16 Triliun untuk Akusisi Asuransi Great Eastern
Salah satu bank terbesar asal Singapura OCBC, yang merupakan bagian terbesar dari kekayaan keluarga miliarder Lee mengajukan tawaran untuk membeli sisa saham di perusahaan asuransinya, Great Eastern. Proses tersebut nantinya akan mengakibatkan delisting.
OCBC telah mengajukan penawaran senilai S$1,4 miliar atau US$ 1 miliar, setara Rp 16,05 triliun untuk membeli 11,56 persen saham di Greater Eastern, menurut sebuah pernyataan dikutip dari Finews.Asia, Minggu (12/5/2024).
Jika berhasil, pemberi pinjaman Singapura akan dapat mengakuisisi sisa saham perusahaan asuransi tersebut dan memberikan kepemilikan penuh kepada perusahaan tersebut, yang kemudian berujung pada penghapusan pencatatan (delisting) perusahaan tersebut. Harga penawaran tersebut memberi nilai Great Eastern sebesar S$ 12,1 miliar atau setara Rp 143,3 triliun.
“Tawaran ini merupakan kemajuan alami dari strategi OCBC,” kata CEO grup Helen Wong.
Great Eastern adalah grup perusahaan asuransi tertua dan terbesar di Singapura dan Malaysia. Dengan total aset sebesar Rp 381 triliun (S$ 57 miliar) dan telah melayani sekitar 4 juta pemegang polis. Great Eastern memiliki dua saluran distribusi yang handal tied agency dan bancassurance. Great Eastern juga beroperasi di Tiongkok, Indonesia, Vietnam dan Brunei.
Melansir Insuranceasia, saat ini kepemilikan saham OCBC di Great Eastern Holdings mencapai 88,44%. Jika penawaran ini disetujui, maka OCBC akan sepenuhnya menjadi pemegang di Great Eastern Holdings.
Helen Wong mengungkapkan, tawaran tersebut sejalan dengan strategi pihaknya untuk memperkuat posisi kepemimpinannya dari sisi wealth management dan memanfaatkan peluang di pasar Asia yang berkembang pesat.
“Langkah ini bertujuan untuk memperkuat pilar bisnis OCBC, yaitu perbankan pengelola kekayaan, dan asuransi. Sekaligus mengoptimalkan modalnya untuk meningkatkan keuntungan pemegang saham,” ujarnya.
Harga penawaran sebesar US$ 25,60 mewakil premi 36,9% dibandingkan harga perdagangan terakhir Great Eastern sebesar US$ 18,70 dan premi sebesar 38,6%, 40,0%, dan 42,4% selama periode satu bulan, tiga bulan, dan 12 bulan seterusnya, serta termasuk tanggal perdagangan terakhir pada 9 Mei.
Baca Juga
OCBC Kembali Hadirkan David Foster hingga Jessie J di Gelaran Premium Music Experience 2024
Manajemen OCBC, sebutnya telah mencari peluang untuk menggunakan modal perseroan dengan sebaik-baiknya. OCBC pun yakin bahwa tawaran ini memungkinkan perseroan untuk mengerahkan sumber daya ke dalam bisnis utama yang diharapkan dapat menambah pendapatan bagi OCBC.
Terkait kinerja keuangan, OCBC pada kuartal pertama 2024 mencatatkan laba bersih S$ 1,98 miliar atau naik 5 persen. Kenaikan ini didukung oleh pertumbuhan laba operasional yang kuat.
Melansir Business Times, angka ini mengalahkan perkiraan konsensus sebesar 1,85 miliar dolar Singapura dalam survei Bloomberg terhadap tiga analis.
Baca Juga
OCBC NISP Catat Penyaluran Pembiayaan Berkelanjutan Rp 32,3 Triliun Tahun 2023
Laba per saham tahunan mencapai S$ 1,76 dolar pada kuartal ini, naik 5 persen dari S$ 1,68 pada tahun sebelumnya. Total pendapatan pada kuartal ini naik 8 persen secara tahunan menjadi S$ 3,63 miliar.
"Pasar-pasar utama kami di Asia diharapkan memiliki ketahanan yang baik, yang akan memperoleh manfaat dari peningkatan aliran modal dan diversifikasi rantai pasokan," ujar CEO Grup OCBC Helen Wong.
