Perluas Interkoneksi, Dana dan Jalin Lakukan Kerjasama
JAKARTA, investortrust.id - PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) dan PT Espay Debit Indonesia Koe (Dana) resmi melakukan kerjasama strategis yang mencakup penggunaan teknologi pemrosesan pembayaran (switching) berbasis Quick Response Indonesia Standard (QRIS) dalam layanan jaringan “Link” guna memperluas interkoneksi layanan keuangan digital di masyarakat.
CEO & Co-Founder Dana, Vincent Iswara mengatakan, dengan kerjasama ini dapat menjadi gerbang pembuka bagi terciptanya masyarakat Indonesia yang inklusif dan sehat secara finansial.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah yang terus meningkatkan akses layanan keuangan melalui peran industri financial technology (fintech), terutama bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan, wilayah terpencil, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
”Harapannya dengan kemitraan ini berbagai fitur dan layanan yang tersedia di dompet digital Dana dapat aman, mudah dan nyaman diakses seluruh masyarakat Indonesia,” katanya, dalam keterangan resmi, Kamis (2/5/2024).
Baca Juga
Jalin Prediksi Lonjakan Nilai Transaksi Keuangan Lebaran Ini, Pertumbuhannya Segini
Sementara itu, Direktur Utama Jalin, Ario Tejo Bayu Aji juga menyambut baik kerjasama strategis ini. Sebagai salah satu penyedia dompet digital terbesar di Indonesia saat ini, menurutnya, Dana tidak hanya membutuhkan dukungan infrastruktur sistem pembayaran digital yang andal, tetapi juga inklusif.
“Kami memiliki visi yang serupa dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang kuat, dimana tujuan utamanya adalah menjadi penghubung antara masyarakat dengan ekosistem finansial serta non finansial,” ujarnya.
Dengan bergabungnya Dana ke dalam jaringan “Link” sekaligus memperkuat posisinya dalam melakukan penetrasi dan perluasan layanan ke member Jalin yang lain.
“Lewat interkoneksi ini, Dana dapat memperluas akseptasi layanannya kepada industri keuangan lainnya yang mencakup sektor perbankan, BPD (bank pembangunan daerah), fintech, serta pengguna QRIS antarnegara dengan cakupan yang lebih luas,” jelas Ario.

