Laba Danamon Tumbuh 2% Jadi Rp 831 Miliar
PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencetak laba bersih konsolidasi sebesar Rp 831 miliar, meningkat 2% Year-on-Year (YoY). Laju kenaikan laba yang konsisten ini mencerminkan ketahanan finansial dan kekuatan strategis Danamon di tengah kondisi perekonomian yang berfluktuasi.
“Pencapaian ini merupakan awal yang baik pada tahun 2024. Ke depannya, Danamon akan terus bertumbuh sebagai Financial Group bersama dengan anggota lain dari Grup MUFG untuk mendukung pertumbuhan seluruh stakeholders dan perekonomian Indonesia," ujar Daisuke Ejima, Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia Tbk dalam keterangan resmi, Senin (29/4/2024).
Pendapatan operasional Danamon tumbuh sebesar 8% YoY menjadi Rp4,7 triliun. Sementara Pre-Provisioning Operating Profit (PPOP) meningkat 14% YoY menjadi Rp 2,3 triliun, hal ini menunjukkan efisiensi bank dalam mengelola operasi intinyadan memperkuat fondasinya untuk pertumbuhan investasi di masa depan.
Danamon juga membukukan rekor tertinggi dalam portofolio pinjamannya, dengan total kredit dan trade finance mencapai Rp 179,7 triliun, atau meningkat sebesar 18% YoY didorong oleh pertumbuhan dari seluruh segmen bisnis.
Baca Juga
Dari sisi pendanaan, Danamon mencatatkan peningkatan total dana pihak ketiga sebesar 14% YoY menjadi Rp 143,2 triliun. Meskipun pertumbuhan pendanaan beralih ke Deposito Berjangka ditengah situasi tingkat suku bunga yang lebih tinggi, Granular Funding dapat tumbuh sebesar 12% YoY.
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, Danamon terus berupaya menjaga kualitas aset yang sehat yang tercermin pada beberapa indikator kunci meliputi Rasio Loan at Risk (LAR) (termasuk restrukturisasi Covid-19 yang masih direlaksasi) membaik sebesar 70 basis poin (bps) YoY menjadi 12%.
Baca Juga
Danamon Gelar Syariah Travel Fair, Penuhi Kebutuhan Haji Khusus dan Umrah
Serta rasio cakupan Non-Performing Loan (NPL) yang meningkat menjadi 261,8%, dari 254,2% pada tahun sebelumnya. Serta rasio NPL –gross juga membaik sebesar 20 bps YoY menjadi 2,2%.

