Dituntut Penjara 3 Tahun, Mantan CEO Binance Changpeng Zhao Minta Pengampunan
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu pendiri dan mantan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ) meminta pengampunan melalui surat permintaan maaf ke pengadilan belum lama ini, Rabu (24/4/2024).
Ia mengaku bersalah atas tuduhan pidana dan menyatakan penyesalan sebelum putusan hukumannya yang rencananya dijadwalkan pada 30 April mendatang.
Sebagai informasi, Departemen Kehakiman Amerika Serikat menuntut hukuman kurungan selama 3 tahun dan denda US$ 50 juta tehadap Zhao. Sementara, hukuman Zhao akan dijadwalkan pada 30 April 2024.
“Saya meminta maaf atas keputusan buruk saya dan menerima tanggung jawab penuh,” ujarnya, dalam suratnya dikutip dari Cryptoslate, Senin (29/4/2024).
Dikatakan Zhao, ia menyadari seharusnya memperkenalkan perubahan kepatuhan di Binance sejak awal, karena pada akhirnya harus menerapkan kontrol ketat di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga
Binance Klaim Telah Selesaikan Denda US$ 4,3 Miliar Soal Tuduhan Pencucian Uang
Ia menekankan, dirinya mengakui kesalahannya dan akan mempertanggungjawabkan kasus ini dengan menyelesaikannya di pengadilan.
“Yakinlah, bahwa (ini) tidak akan pernah terjadi lagi. Mohon terima jaminan saya bahwa ini akan menjadi satu-satunya pertemuan saya dengan sistem peradilan pidana,” tulisnya, dalam surat tersebut.
Zhao berharap permohonan ampunnya dikabulkan sehingga memberinya kesempatan kedua. Jika dikabulkan, ia berencana akan menjalani hidup yang berbeda dari sebelumnya yakni secara sederhana. Ia juga akan mengembalikan uang investor yang dirugikan.
Ia menceritakan keterlibatannya di dunia kripto, karena menawarkan inklusivitas dan peluang yang setara. Ia juga berharap dapat mendanai laboratorium bioteknologi kecil dan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan generasi muda.
Baca Juga
CEO Binance Didakwa Cuci Uang, Aksi Penarikan Dana Capai Rp15,59 T
Surat Dukungan
Sejumlah orang menulis surat dukungan terhadap Zhao, termasuk keluarga, teman, karyawan, relawan, pengguna Binance, hingga pejabat industri dan pemerintah.
Salah satu pendiri Binance yang juga istri Changpeng Zhao, yakni Yi He mengakui kesalahan di Binance namun tetap memuji keadilan, integritas dan tanggung jawab Zhao.
Ia juga mengungkapkan kegagalan upaya Binance untuk menyelamatkan perusahaan pertukaran mata uang kripto FTX pada 2022 silam, yang merupakan insiden yang menyebabkaj Zhao meningkatkan privasi Binance dengan membuat alamatnya transparan dan menambahkan fitur akuntabilitas lainnya.
Kiriman surat lainnya jug termasuk dari CEO JAN3 dan Mantan CSO Blockstream Samson Mow, CEO Bitfury Group Val Vavilov, dan CEO Paxos Asia Richmond Teo.
Secara umum, surat-surat tersebut menggambarkan Zhao sebagai CEO yang berkomitmen pada Binance dan keluarganya, sambil menjalani kehidupan sederhana. Banyak pula penulis yang menggambarkan Zhao sebagai orang yang jujur, pekerja keras, sederhana, san disiplin.
Hanya beberapa surat yang secara eksplisit meminta keringanan hukuman, sementara Zhao tidak langsung meminta pengurangan hukuman dalam suratnya sebdiri.

