BRI Bantah Hoaks Uang Nasabah Hilang untuk Pemilu 2024
JAKARTA, investortrust.id - Baru-baru ini masyarakat dihebohkan oleh sebuah video viral di media sosial yang menarasikan uang nasabah di rekening PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau yang biasa dikenal dengan BRI hilang karena pembagian bantuan sosial (bansos) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Adapun video yang bertajuk "Tarik Uang Anda Sekarang, Himbauan Untuk Seluruh Pengguna Bank BRI' ini diunggah oleh akun Instagram Rama News @rama__news pada Selasa (23/4/2024), yang diambil dari akun TikTok @widia_pengamatpolitik.
Berdasarkan penelusuran investortrust.id hari ini, Jumat (26/4/2024), dalam video viral tersebut, terlihat seorang perempuan mengajak masyarakat yang menyimpan uang di bank agar berhati-hati. Menurut perempuan tersebut, sudah banyak uang yang hilang dengan nominal yang cukup fantastis.
"Nah, saudara-saudaraku, seluruh rakyat Indonesia tercinta yang cinta demokrasi, hati-hati uang-uang anda yang ada di bank ya karena banyak yang raip ratusan juta, sudah banyak ya yang kehilangan uang, yang melaporkan, terutama di Bank BRI ya, hati-hati, kalian harus menarik uang itu tersebut, mendingan kalian simpan sendiri. Sejauh kasus ini udah delapan kasus orang yang kehilangan yang namanya uangnya di BRI sampai ratusan juta rupiah, ini adalah efek dari pemilu yang membutuhkan uang untuk serangan-serangan bansos dan lain-lain, serangan uang apapun caranya dihalalkan untuk membantu pemerintah yang merusak demokrasi ini," ujar wanita tersebut dengan suara lantangnya.
Menanggapi hal tersebut, Corporate Secretary BRI, Agustya Hendy Bernadi menyatakan, BRI memastikan hal yang disampaikan dalam video yang diunggah di sosial media tersebut tidak benar dan tidak berdasar.
"BRI memastikan hal yang disampaikan dalam video yang diunggah di sosial media tersebut tidak benar dan tidak berdasar," ujarnya dalam keterangan tertulis, dilansir Jumat (26/4/2024).
Lebih lanjut, Agustya bersama pihaknya pun menegaskan, dalam menjalankan operasionalnya, BRI selalu berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai-nilai Good Corporate Governance (GCG) dan prudential banking.
Adapun kata Agustya, BRI akan mengambil tindakan tegas dan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan informasi menyesatkan ini. Menurutnya, hal ini dilakukan karena beredarnya konten yang secara sengaja diviralkan dan telah memperoleh jutaan views tersebut telah merusak citra BRI dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat.
Baca Juga
Era Suku Bunga Tinggi, BRI Optimistis Salurkan Kredit dengan Baik
Dalam hal ini, Agustya bersama pihaknya pun juga menghimbau masyarakat agar dapat memanfaatkan sosial media secara positif dan tidak mudah termakan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
"Hati-hati Sobat BRI, BRI terus mengimbau masyarakat agar dapat bijak memanfaatkan sosial media secara positif dan tidak mudah termakan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya," tulis BRI dalam akun Instagram resminya, dikutip Jumat (26/4/2024).
Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa video dengan narasi yang menghebohkan tersebut adalah hoaks.
"BRI memastikan hal yang disampaikan dalam video di akun TikTok, Facebook, dan Instagram @rama__news sosial media tersebut di sosial media tidak benar dan tidak berdasar," ucap BRI.

