Asbanda Catat Jumlah Tabungan Simpeda Capai Rp 72,54 Triliun di 2023
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) mencatat jumlah simpanan masyarakat pada produk tabungan Simpeda (simpanan pembangunan daerah) menunjukkan tren yang positif setiap tahunnya.
“Kalau dari sisi saldo penabung tidak kaleng-kaleng, mencapai Rp 72 triliun. Sedangkan aset BPD secara keseluruhan hampir Rp 1.000 triliun,” ujar Ketua Umum Asbanda, Yuddy Renaldi, dalam keterangan resmi, Kamis (25/4/2024).
Sebagai informasi Simpeda merupakan produk tabungan yang diluncurkan secara bersama oleh 23 bank pembangunan daerah (BPD) seluruh Indonesia. Bank ini dirancang khusus sebagai alat pemersatu BPD untuk mengakomodir layanan finansial di masyarakat khususnya di daerah.
Dalam perjalanannya, Menurut Yuddy, produk ini mengalami perkembangan yang tercermin dari dana yang terhimpun terus mengalami peningkatan. Hingga akhir Desember 2023, nasabah tabungan Simpeda tercatat sebanyak 8,32 juta nasabah, dengan jumlah saldo tabungan Simpeda mencapai Rp 72,54 triliun.
Baca Juga
Bank UOB Indonesia Targetkan DPK Tumbuh Lebih dari 20% di 2024, Apa Faktor Pendorongnya?
Ia melanjutkan, di daerah Padang misalnya, terdapat peningkatan number of account (NOA) sebanyak 446.927 nasabah atau meningkat sebesar 5,68%. Sedangkan jumlah saldo meningkat 3,36% menjadi Rp 2,36 triliun di tahun lalu.
”BPD yang paling banyak menghimpun dana tabungan Simpeda saat ini masih dipegang Bank Jatim. Tercatat, hingga Desember 2023, jumlah dana yang terhimpun di Bank Jatim sebesar Rp 16,54 triliun atau 28,8% dari tabungan Simpeda nasional,” kata Yuddy.
Untuk mendorong produk Simpeda di masyarakat Asbanda menggelar program Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode. Kemarin (24/4), telah diadakan penarikan undian dari program tersebut dengan total hadiah mencapai Rp 3 miliar di daerah Simalungun, Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga
Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Arief Sudarto mengatakan, momentum pengundian tabungan Simpeda ini bisa dimanfaatkan sebagai kesempatan saling berbagi ilmu dan pengalaman dari sesama BPD.
“Tentunya juga bisa menjajaki peluang kolaborasi dalam pengembangan produk inovasi layanan keuangan digital, di tengah ketatnya persaingan BPD dengan institusi keuangan domestik dan asing,” jelas Arief.

